ASDP Sterilkan Pelabuhan Gilimanuk dan Kunjungan GWK Turun
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi menerapkan program sterilisasi di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, mulai Rabu (5/8/2026) guna meningkatkan keselamatan operasional. Kebijakan penataan kawasan penyeberangan ini berjalan di tengah penurunan angka kunjungan ke Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park hingga 20 persen pada semester pertama 2026.
Penerapan aturan baru di Pelabuhan Gilimanuk menjadi bagian dari modernisasi pada enam pelabuhan utama, termasuk lintasan Ketapang–Gilimanuk, Merak, Bakauheni, Kayangan, dan Lembar. ASDP menyiapkan berbagai langkah teknis, mulai dari optimalisasi One Gate System, pendataan berbasis Face Recognition, penataan arus kendaraan, hingga penguatan patroli gabungan.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menegaskan fokus utama kebijakan ini.
"Mulai 5 Agustus 2026, ASDP resmi menerapkan sterilisasi di enam pelabuhan utama, termasuk lintasan Ketapang–Gilimanuk. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi layanan yang menempatkan keselamatan, keamanan, dan ketertiban sebagai prioritas utama," kata Heru Widodo, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).
Perusahaan pelayaran dan masyarakat pengguna jasa diimbau untuk mematuhi penggunaan alat pelindung diri serta mendukung ketertiban di area pelabuhan. Pengawasan ketat juga terus dilakukan secara berkelanjutan demi menjamin kelancaran arus transportasi laut.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, menyampaikan pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
"Melihat belum semua masyarakat Bali sempat berkunjung ke GWK ini maka, dengan memberi harga khusus untuk selolah-seklolah di Bali, bahkan untuk sekolah dasar di Bali boleh mendaftar untuk berkunjung ke GWK Free, tentunya dengan by slot.Misal, kita sampai Oktober sudah tutup karena, telah full.Ternyata responnya cukup baik. Kita berharap tidak di Bali Selatan saja, dan kita berharap dari Bali Barat, Timur dapat berkunjung ke GWK," kata Windy Andale, Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).
Di sektor pariwisata darat, kawasan wisata GWK Cultural Park mencatatkan rerata kunjungan harian sebanyak 3.000 orang hingga Juli 2026. Meskipun sempat melonjak hingga 4.000 orang pada akhir Juni dan Juli, secara kumulatif angka ini menyusut dibandingkan periode tahun sebelumnya, terutama dari pasar domestik.
Direktur Operasional GWK Cultural Park, Ch. Rossie Andriani, memaparkan rincian angka kunjungan tersebut.
"Semester pertama sampai bulan Juli 2026 tingkat kunjungan kami (GWK) harian kurang lebih, 3.000 orang perhari sedangkan di akhir Juni dan Juli sempat melonjak sedikit 3.500 sampai 4.000 orang penggunjung," kata Ch. Rossie Andriani, Direktur Operasional GWK Cultural Park.
Lonjakan tarif transportasi udara dinilai menjadi faktor utama yang memicu penurunan pergerakan wisatawan lokal ke Pulau Dewata.
Ch. Rossie Andriani menambahkan penjelasan terkait dampak harga tiket terhadap angka kunjungan.
"Dibanding tahun sebelumnya agak sedikit turun akan tetapi, tidak terlalu besar.Kita tau tiket pesawat melonjak tinggi tentu itu ada pengaruhnya. Yang jika dipersentasekan mencapai penurunan sebesar 20%," kata Ch. Rossie Andriani, Direktur Operasional GWK Cultural Park.
Meskipun pasar domestik melemah, kunjungan dari mancanegara masih disokong oleh wisatawan asal Australia, India, Korea Selatan, dan Cina. Untuk mengimbangi penurunan pengunjung luar pulau, pengelola menggratiskan tiket bagi sekolah-sekolah di Bali hingga kuota Oktober 2026 terpenuhi penuh.
Ch. Rossie Andriani menyebutkan komposisi wisatawan yang datang ke kawasan tersebut.
"Kunjungan masih didominasi wisatawan domestik sedangkan wisatawan asing masih didominasi wisatawan Australia, India, Korean dan Cina," kata Ch. Rossie Andriani, Direktur Operasional GWK Cultural Park.
Memasuki Agustus 2026, pengelola memproyeksikan tingkat kunjungan GWK bertahan pada kisaran 3.000 hingga 3.500 orang per hari.