SSDM Polri Naikkan Tingkat Kesulitan Ujian Seleksi Taruna Akpol

Share

Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri meningkatkan kualitas ujian akademik dan Bahasa Inggris dalam seleksi tingkat pusat rekrutmen taruna Akademi Kepolisian (Akpol) di Kompleks Akpol, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (25/7/2026), menjadi setingkat soal olimpiade, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Peningkatan standar ujian ini menuai beragam respons dari para peserta seleksi yang menilai tingkat kesulitan soal meningkat signifikan dibandingkan tahap sebelumnya.

M Aqil Ananda Arifin (19), calon taruna asal Kepulauan Riau, memberikan apresiasi terhadap sistem pelaksanaan dan regulasi ujian yang diterapkan oleh panitia seleksi pusat.

"Kualitas soal ujian di sini sangat bagus dan sangat ketat regulasinya. Setelah peserta selesai ujian, hasilnya langsung terlihat di komputer. Kualitas seleksi peserta transparan dan ketat," kata M Aqil Ananda Arifin (19), peserta asal Kepulauan Riau (Kepri).

Di sisi lain, peserta asal Jakarta Selatan, Muhammad Hafiz Ridwan (18), mengaku mengalami kesulitan saat menyelesaikan soal-soal dalam ujian akademik tersebut.

"Saya tu merasa untuk persiapan Akpol ini cukup sangat sulit. Karena dari kelas 10 saya mulai latihan psikologi, latihan jasmani, latihan akademik. Di (seleksi) tingkat panitia daerah, saya peringkat 4, di pusat agak turun nih. Saya juga tidak tahu kenapa ini sangat sulit tesnya," tutur Hafiz.

Alumnus SMA Negeri 28 Jaksel yang pernah meraih medali emas World Science Environmental and Engineering Competition 2024 dan 2025 ini menambahkan bahwa soal matematika yang disajikan membutuhkan analisis mendalam.

"Kesulitannya di tingkat pusat jadi lebih sulit, peningkatan level soal tesnya terasa, jadi bukan pertanyaan dasar tapi pertanyaan pengembangan yang membutuhkan analisa lebih lanjut. Soal matematikanya sih yang susah," jelas alumnus SMA Negeri 28 Jaksel ini.

Tingkat kesulitan tinggi juga dirasakan pada materi Bahasa Inggris, sebagaimana disampaikan oleh Ghyna Islamiati Ramly (18), calon taruna asal Palu, Sulawesi Tengah.

"Untuk di pusat sendiri ada tambahan bahasa Inggris, saya dalam Bahasa Inggris merasa tesnya sangat sulit. Padahal SMP itu saya sering ikut lomba-lomba Bahasa Inggris," cerita Ghyna.

Anggota Paskibraka 2024 Sulteng sekaligus alumnus SMA Al-Azhar Mandiri Palu tersebut mengungkapkan bahwa tingkatan soal yang diuji pada seleksi pusat memang setara dengan standar olimpiade.

"Dari ikut-ikut lomba di SMP, saya merasa punya pengalaman. Tapi saat kemarin (tes di tingkat pusat Akpol) memang sulit soalnya, memang setara soal olimpiade," tutur anggota Paskibraka 2024 Sulteng ini.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author