Film Spider Man Brand New Day Tuai Pujian Pengamat Film

Share

Film ke-38 Marvel Cinematic Universe, Spider-Man: Brand New Day, resmi tayang pekan ini dengan mengantongi serangkaian ulasan positif dari para kritikus film yang memuji kedewasaan cerita serta aksi sinematiknya pada Selasa (28/7/2026). Karya garapan sutradara Destin Daniel Cretton dengan naskah buatan Chris McKenna dan Erik Sommers ini menampilkan Tom Holland yang kembali memerankan Peter Parker. Cerita berfokus pada kehidupan Peter yang terisolasi di New York City setelah ingatan orang-orang terdekatnya terhapus akibat sihir di akhir film No Way Home. Sejumlah aktor papan atas turut meramaikan jajaran pemain, di antaranya Zendaya sebagai MJ, Jacob Batalon sebagai Ned, Mark Ruffalo sebagai Hulk, Jon Bernthal sebagai Punisher, Michael Mando sebagai Scorpion, serta penampilan singkat Florence Pugh sebagai Yelena.

Kritikus film menilai sekuel keempat ini berhasil menghadirkan nuansa emosional yang lebih mendalam serta sajian laga praktis berkelas. Pembawaan karakter oleh Tom Holland juga mendapat apresiasi karena dinilai mampu menyampaikan kompleksitas emosi pendewasaan peran Peter Parker secara matang.

"Sebagai salah satu film yang paling dinantikan di tahun 2026, Spider-Man: Brand New Day tentu tidak mengecewakan," kata Allison Rose, kritikus FlickDirect. Rose menambahkan bahwa performa Holland kembali membuktikan kekuatannya dalam menghidupkan sosok sang pahlawan super.

"Holland sekali lagi memberikan penampilan yang kuat sebagai Spider-Man," ujar Allison Rose, kritikus FlickDirect. Pujian terhadap pengarahan sutradara dan dinamika emosional cerita juga disampaikan oleh jurnalis Inverse.

"Ini adalah film Spider-Man yang emosional dan diarahkan secara dinamis, memberikan kita sosok Spidey yang kita inginkan," kata Hoai-Tran Bui, kritikus Inverse. Ia menyoroti kualitas adegan aksi yang mengingatkan pada era klasik film pahlawan bertopeng tersebut. "Di sanalah Cretton benar-benar berkembang, yaitu pada pengarahan yang ia suntikkan dengan energi dan kinetisme yang belum pernah kita lihat dalam film Spider-Man sejak era Sam Raimi," ujar Hoai-Tran Bui, kritikus Inverse.

Bui juga memuji dedikasi sutradara dalam mengeksekusi koreografi pertarungan langsung di lokasi syuting.

"Anda dapat melihat bahwa Cretton memiliki pengabdian pada set dan efek praktis, dengan pertarungan yang menyaingi urutan pertarungannya di Shang-Chi, tetapi dengan ekstra dosis aksi tinggi khas film Spidey," kata Hoai-Tran Bui, kritikus Inverse. Antusiasme serupa disuarakan oleh pengulas dari Mama's Geeky mengenai keseluruhan sajian cerita dan visualnya. "Spider-Man: Brand New Day adalah semua yang saya inginkan dan lebih dari itu," kata Tessa Smith, kritikus Mama's Geeky.

Smith menganggap film ini memiliki posisi istimewa dalam waralaba Spider-Man secara keseluruhan.

"Spider-Man: Brand New Day mungkin merupakan film Spider-Man terbaik sejauh ini," ujar Tessa Smith, kritikus Mama's Geeky. Elemen visual dan pergerakan karakter di New York menjadi poin unggulan lainnya bagi Smith.

"Salah satu hal favorit saya tentang film ini adalah aksinya. Tidak hanya urutan pertarungannya yang luar biasa dan diambil dengan sangat baik, tetapi adegan berayun melintasi New York secara visual sangat menakjubkan," kata Tessa Smith, kritikus Mama's Geeky. Ia juga mengungkapkan betapa kuatnya ikatan emosional yang dihadirkan sepanjang alur cerita.

"Yang satu ini akan membuat Anda merasakan emosi… Saya menangis beberapa kali," ujar Tessa Smith, kritikus Mama's Geeky. Pujian atas pencapaian film ini di dalam waralaba Marvel disampaikan oleh perwakilan TheWrap.

"Kita tidak lagi mendapatkan banyak film MCU yang bagus. Bahwa ini menjadi salah satu sorotan dari seluruh waralaba rasanya luar biasa," kata William Bibbiani, kritikus TheWrap.

Kualitas penggarapan film juga dinilai terus mengalami peningkatan dari seri-seri sebelumnya.

"Era Tom Holland di Spider-Man terus menjadi lebih baik," kata Travis Hopson, kritikus Punch Drunk Critics. Hopson mengapresiasi keperdulian pembuat film terhadap warisan karakter rekaan Stan Lee dan Steve Ditko ini. "Ini adalah film yang merupakan bentuk layanan penggemar yang berbeda dari Spider-Man: No Way Home yang luar biasa; film ini menghormati karakter dan warisannya dalam segala bentuk," ujar Travis Hopson, kritikus Punch Drunk Critics.

Aksi pertarungan melawan musuh baru turut menjadi sorotan dalam ulasan Punch Drunk Critics.

"Aksinya secara keseluruhan lebih pintar dan jauh lebih keren, termasuk pertarungan luar biasa dengan para ninja yang dikenal sebagai The Hand," kata Travis Hopson, kritikus Punch Drunk Critics. Pengulas dari Consequence menilai film ini berhasil memberikan ruang tumbuh yang baik bagi sang pahlawan.

"Brand New Day adalah film yang luar biasa koheren, sering kali menggembirakan, yang didedikasikan untuk memberikan karakter tersebut pertumbuhan dan keanggunan," kata Liz Shannon Miller, kritikus Consequence. Miller memuji fokus cerita yang tidak berbelit-belit pada skala krisis antarsemesta.

"Brand New Day tidak berorientasi pada drama penyelamatan galaksi; sebaliknya, film ini mengeksplorasi apa sebenarnya yang membuat Spider-Man tetap berayun — dan ini adalah film yang lebih baik karena hal itu," ujar Liz Shannon Miller, kritikus Consequence. Unsur biologi pahlawan super ini juga disajikan secara unik menurut ulasannya. "Dari semua film Spider-Man, Brand New Day adalah yang paling berinvestasi pada… keunikan biologis laba-laba," kata Liz Shannon Miller, kritikus Consequence.

Perwakilan The Hollywood Reporter menyebut kepuasan penggemar sebagai salah satu pencapaian utama film.

"Film ini harus memberikan apa yang diinginkan penggemar, dan itu adalah permulaan yang baik," kata David Rooney, kritikus The Hollywood Reporter. Rooney mencatat keputusan tepat sutradara untuk menyederhanakan fokus narasi. "Karya baru yang menghibur ini memiliki keputusan cerdas untuk berhenti mengoceh tentang penceritaan multiverse," ujar David Rooney, kritikus The Hollywood Reporter.

Interaksi antarkarakter di dalamnya juga memberikan dinamika emosional tersendiri.

"Kemitraan yang sengit antara Spider-Man yang lebih dewasa ini dan vigilante tangguh Frank memberikan porsi kehangatan ekstra," kata David Rooney, kritikus The Hollywood Reporter. Aksi koreografi laga berani juga menjadi poin yang disorot oleh Rooney.

"[Ada] beberapa koreografi aksi pertarungan wire-fu menantang gravitasi yang spektakuler," ujar David Rooney, kritikus The Hollywood Reporter. Jurnalis Variety memberikan pandangan berimbang mengenai atmosfir film yang disajikan.

"Brand New Day enak ditonton tanpa pernah benar-benar membuat terhanyut," kata Owen Gleiberman, kritikus Variety. Gleiberman membandingkan film ini sebagai penawar dari tensi tinggi film sebelumnya. "Hadir setelah No Way Home, Spider-Man: Brand New Day terasa seperti penawar drama yang kontemplatif," ujar Owen Gleiberman, kritikus Variety.

Sutradara dianggap berhasil mengeksekusi adegan laga dengan keahlian melompat yang dinamis.

"Destin Daniel Cretton memanggung aksi Spidey dengan keagungan melompat yang cerdas yang memberikan apa yang dibutuhkan film-film ini," kata Owen Gleiberman, kritikus Variety. Meski demikian, Gleiberman memberikan catatan terkait fokus emosional pada beberapa bagian film. "Film ini lebih sibuk dan terlalu serius daripada terlibat secara emosional," ujar Owen Gleiberman, kritikus Variety.

Penilaian tinggi diberikan oleh The Cinematic Reel yang membandingkannya dengan karya klasik Sam Raimi.

"Ini adalah pencapaian terdekat Spider-Man MCU dalam menangkap hati dan semangat Spider-Man karya Sam Raimi, dan saya tidak bisa memikirkan pujian yang lebih tinggi dari itu," kata David Gonzalez, kritikus The Cinematic Reel. Gonzalez menganggap perjalanan karakter Peter kali ini sangat mendalam.

"Ini adalah perjalanan Peter Parker yang paling pribadi dan beresonansi secara emosional hingga saat ini," ujar David Gonzalez, kritikus The Cinematic Reel. Ia menyoroti presisi tinggi dalam pengambilan adegan laga praktis.

"Destin Daniel Cretton [lebih banyak] mengandalkan pembuat film secara praktis bilamana memungkinkan. Hasilnya adalah serangkaian adegan ambisius yang menuntut presisi luar biasa dari semua orang yang terlibat, dan eksekusinya konsisten luar biasa," kata David Gonzalez, kritikus The Cinematic Reel. Perbandingan dengan masa keemasan Spider-Man 2 juga diutarakan oleh Comic Book Club. "Apa yang telah dilakukan Cretton adalah menciptakan film yang paling murni Spider-Man sejak, mungkin, Spider-Man 2 karya Raimi," kata Alexander Zalben, kritikus Comic Book Club.

Media Big Gold Belt Media turut menempatkan film ini di jajaran teratas adaptasi pahlawan laba-laba.

"Jika ini bukan film Spider-Man live-action terbaik, film ini berada tepat di dalam percakapan itu, duduk dekat dengan Spider-Man 2 karya Sam Raimi," kata Nagier Chambers, kritikus Big Gold Belt Media. Chambers mengagumi kualitas adegan pertempuran yang disajikan. "Aksinya dengan mudah menjadi salah satu yang terbaik yang pernah dihadirkan MCU dalam bertahun-tahun," ujar Nagier Chambers, kritikus Big Gold Belt Media.

Ulasan serupa diberikan oleh The Hard Pass terkait kualitas film dibanding seri-seri terdahulu.

"Yang terbaik dari film Spider-Man yang dibintangi Holland… dan film Spider-Man terbaik sejak Spider-Man 2 karya Sam Raimi," kata Mike Ryan, kritikus The Hard Pass. Aspek hubungan emosional antar pemeran utama mendapat penekanan dari The Weekend Warrior.

"Hubungan Peter dengan M.J. dan Ned, karena adegan-adegan itu benar-benar memberikan hasil bagi siapa saja yang telah mengikuti kisah mereka melalui tiga film sebelumnya," kata Edward Douglas, kritikus The Weekend Warrior. Douglas menambahkan bahwa bobot emosional film ini tergolong sangat kuat di waralaba Marvel.

"Film ini menawarkan… beberapa momen emosional terkuat dari film MCU mana pun hingga saat ini," ujar Edward Douglas, kritikus The Weekend Warrior. Fokus cerita pada aksi jalanan dan isolasi karakter diapresiasi oleh Bleeding Cool. "Film ini bekerja paling baik ketika berfokus pada isolasi Peter, kepahlawanan tingkat jalanan, dan tarikan emosional dari MJ dan Ned," kata Kaitlyn Booth, kritikus Bleeding Cool.

Sementara itu, IndieWire melihat narasi film dari sudut pandang dinamika hubungan sosial pasca-sekolah.

"Spider-Man: Brand New Day adalah, pada tingkat paling fungsional, sebuah film tentang betapa menyebalkannya mencari teman setelah lulus kuliah," kata David Ehrlich, kritikus IndieWire. Dalam dialog pembuka film, karakter Peter Parker merangkum beban hidup yang harus dipikulnya sebagai pahlawan super. "Kadang-kadang Spider-Man harus melakukan hal yang sulit bahkan jika itu menghancurkan hati Peter Parker," kata Peter Parker dalam dialog pembuka film.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Marvel Spider-Man Tom Holland
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author