Siswa SMA Gagas Brew for Better untuk Ajarkan Literasi Keuangan Anak SD

Share

Sekelompok siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) berhasil memulai inisiatif sosial bernama Brew for Better. Gerakan ini berawal dari hobi meracik kopi dan matcha saat mereka menghadapi musim ujian sekolah.

Hobi tersebut kemudian berkembang menjadi sebuah proyek sosial yang berfokus membantu masyarakat. Salah satu misi utamanya adalah meningkatkan akses literasi finansial bagi anak-anak Indonesia.

Untuk mendanai gerakan ini, para siswa tersebut aktif membuka stan penjualan minuman matcha dan kopi di berbagai acara bazaar. Keuntungan penjualan digunakan untuk menyokong kegiatan edukasi mereka.

"Setiap gelas yang kami jual menjadi bagian dari upaya mendukung misi kami sekaligus memperkenalkan Brew for Better kepada lebih banyak orang," dikutip dari rilis yang diterima HaiBunda, Kamis (16/7/2026).

Melalui inisiatif ini, mereka ingin menekankan pentingnya mengenalkan manajemen keuangan sejak dini. Keterampilan dasar seperti menabung dan membuat anggaran diyakini dapat membantu anak mengambil keputusan finansial yang bijak saat dewasa.

Pemahaman keuangan yang baik pada anak juga dipercaya mampu meminimalkan potensi tekanan finansial di dalam keluarga pada masa mendatang.

Brew for Better mengimplementasikan gagasan tersebut lewat program bertajuk Brewing Stability. Program edukasi perdana ini menyasar siswa kelas 5 di SDN 04 Klender Pagi.

Metode pembelajaran dirancang secara interaktif melalui permainan, diskusi kelompok, serta praktik langsung. Para siswa diajak belajar membuat minuman Milo Dinosaur dan merangkai gelang tangan guna mengasah jiwa kewirausahaan.

Melalui simulasi tersebut, anak-anak belajar memahami konsep pengeluaran yang bertanggung jawab, pentingnya menabung, menyusun anggaran, hingga cara menciptakan nilai ekonomi dari ide sederhana.

Sebagai bentuk apresiasi, tiga peserta yang dinilai paling aktif selama sesi pembelajaran mendapatkan hadiah berupa kartu e-money dengan saldo masing-masing sebesar Rp50 ribu.

Hadiah kartu e-money tersebut diberikan agar para siswa dapat langsung mempraktikkan cara bertransaksi non-tunai secara bijak dan mengelola uang secara mandiri setelah kegiatan selesai.

Pengenalan literasi keuangan lewat aktivitas sehari-hari terbukti mempermudah siswa memahami materi yang jarang diajarkan secara formal di ruang kelas biasa.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author