Shopee dan Kemendag Luncurkan Akselerasi Produk Lokal UMKM

Share

Shopee Indonesia bersama Kementerian Perdagangan meluncurkan Program Akselerasi Produk Lokal di Taman Mini Indonesia Indah pada Kamis (13/8/2026) guna memperluas akses pasar serta meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Inisiatif ini dirancang untuk memperkuat posisi produk lokal di pasar digital sekaligus memberikan pendampingan berkelanjutan bagi pelaku bisnis dalam negeri.

Shopee menghadirkan sederet fasilitas pendukung dalam program ini, seperti Voucher Akselerasi Usaha, Kampus Shopee Kelas Online, Program Ekspor Shopee, Program Ekspor Shopee Fleksi, Layanan Dikelola Shopee, Inovasi Fitur: Program Saya, dan Akselerasi Perlindungan: Brand IP Portal. Menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia, platform e-commerce ini juga menggelar 17.8 Festival Pilih Lokal dengan penawaran diskon hingga 81 persen.

Peluncuran program ini ditujukan untuk memberikan rasa aman bagi para penjual dalam memenuhi standar usaha.

"Hari ini peluncuran Akselerasi Produk Lokal. Melalui program ini, Shopee mencoba untuk menumbuhkan rasa aman dan nyaman untuk para seller agar bisa mulai memastikan standardisasi usahanya. Program ini juga menjadi komitmen Shopee dalam melakukan pembinaan untuk bisa membantu UMKM naik kelas," ujar Balques Manisang, Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia.

Pihak Shopee menegaskan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah dan asosiasi industri dalam menjaga keberlanjutan program penguatan daya saing produk lokal tersebut.

"Semua akselerasi ini tentu tidak bisa tercipta kalau tidak ada bimbingan dari Kementerian Perdagangan, dari teman-teman UMKM yang selalu memberikan masukan kepada kami. Kemudian, diskusi-diskusi dengan asosiasi IdEA supaya program ini harus konsisten, komitmen, dan berkelanjutan," kata Balques.

Pihaknya meyakini bahwa langkah pembinaan ini akan berdampak nyata terhadap pergerakan ekonomi secara keseluruhan.

"Kami optimis dukungan komprehensif yang Shopee berikan dapat berkontribusi positif dalam mendorong penguatan daya saing produk lokal dan pertumbuhan ekonomi dalam negeri," ujar Balques.

Manfaat pemanfaatan platform digital tersebut turut dibuktikan oleh pelaku usaha fesyen Hijaberlin yang mengandalkan kanal online untuk memperluas jangkauan konsumen tanpa terbatas lokasi fisik.

"Sejak awal, Hijaberlin memang memutuskan untuk menjadikan Shopee sebagai tools untuk memperluas market, terutama kebutuhan yang dibutuhkan sama tujuan dari brand kami," kata Ayu May Fakih, CEO Hijaberlin.

Dalam mengembangkan usahanya di Shopee, terdapat tiga strategi utama yang diterapkan oleh merek fesyen tersebut.

"Pertama adalah impression. Bagaimana brand bisa bertumbuh besar pastinya dengan lebih luas impression-nya. Kemudian, kita juga memahami apa yang dibutuhkan oleh customer dan selanjutnya juga bagaimana kita bisa relevan dengan pertumbuhan yang ada," papar Ayu.

Ayu menjelaskan bahwa pemanfaatan data dari platform digital memegang peranan krusial untuk mengukur respons pasar dan merancang strategi pemasaran digital yang efektif.

"Dari tiga fokus itu pastinya yang kita butuhkan adalah data. Oleh karena itu, saya melihat Shopee bisa memberikan informasi tersebut. Kalau kita bicara digital marketing, yang perlu kita perhatikan ada impression.

Bagaimana kita bisa meyakinkan customer, bisa muncul di antara ribuan produk, bisa tetap stand out, dan memberikan value proposition yang berbeda dari brand lain. Karena itu, konten dan produk yang ditampilkan harus dibuat semenarik mungkin," kata Ayu.

Selain analisis data, fitur interaktif seperti Shopee Video dan Shopee Live juga dimanfaatkan sebagai sarana uji coba pasar secara langsung.

"Kita juga harus perhatikan level consideration, yakni bagaimana membuat customer merasa yakin. Dii Shopee itu ada yang namanya Shopee Video dan Shopee Live gitu. Dari dua fitur ini, kita bisa testing market dan mungkin bisa ukur datanya," ujar Ayu.

Strategi digital ini tetap dijalankan berdampingan dengan saluran penjualan lain guna memantau performa bisnis secara menyeluruh.

"Selain itu, kalau punya offline store sendiri ataupun berjualan melalui WhatsApp, itu pun juga bisa kita lakukan secara paralel," kata Ayu.

Penggunaan voucher dan promo turut dijadikan alat evaluasi saat menghadapi dinamika konversi penjualan produk.

"Saya juga menggunakan voucher dan program-program promosi untuk bisa menganalisis. Misalnya traffic-nya tinggi namun konversinya rendah, mungkin saya bisa mengevaluasi dari sisi harga ataupun bagaimana persepsi pasar terhadap produk tersebut," ujar Ayu.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author