Mengenal Sejarah Operasi Caesar dan Kisah Menarik di Baliknya
Sejarah operasi caesar menjadi salah satu bagian yang menarik dalam perkembangan dunia kedokteran global. Prosedur medis yang kini umum digunakan untuk membantu persalinan ini ternyata memiliki rekam jejak panjang yang dinilai penuh kontroversi. Seperti dilansir dari HaiBunda, catatan pertama mengenai keberhasilan operasi caesar pada perempuan yang masih hidup ternyata tidak dilakukan oleh seorang dokter.
Prosedur pembedahan tersebut justru berhasil diselesaikan oleh seorang peternak babi di wilayah Swiss sekitar abad ke-16.
Operasi caesar atau caesarean section merupakan tindakan persalinan melalui sayatan pada dinding perut serta rahim untuk mengeluarkan bayi. Langkah medis ini sekarang dapat dilakukan atas indikasi kesehatan tertentu maupun pilihan ibu setelah berkonsultasi dengan dokter.
Namun, tujuan tindakan ini pada berabad-abad lalu terpantau sangat berbeda jauh dengan kondisi modern saat ini. Pada masa kuno, pembedahan rahim umumnya baru diaplikasikan ketika sang ibu sudah meninggal atau diprediksi tidak dapat diselamatkan.
Tindakan darurat tersebut bertujuan demi menyelamatkan bayi atau untuk memenuhi aturan keagamaan serta upacara pemakaman pada masa itu. Banyak kelompok masyarakat memercayai bahwa istilah operasi ini berasal dari riwayat kelahiran pemimpin Romawi, Julius Caesar. Tokoh besar tersebut lahir dari rahim Aurelia Cotta pada tanggal 12 atau 13 Juli tahun 100 SM.
Rujukan awal kisah tersebut termuat dalam Historia Naturalis Buku VII Bab IX, sebuah karya literatur dari Pliny the Elder.
Pliny menyebutkan bahwa Julius Caesar merupakan anggota pertama dari keluarga Caesar yang lahir melalui metode pembedahan rahim. Akan tetapi, sejarawan modern menilai teori kelahiran Julius Caesar lewat operasi pembedahan rahim sangat tidak masuk akal. Sebab, tingkat peluang hidup seorang ibu yang menjalani operasi besar pada zaman kuno tercatat sangat kecil.
Berdasarkan catatan sejarah, tujuh generasi sebelumnya pada abad ke-3 SM sudah ada anggota keluarga yang memakai julukan Caesar, yaitu Numerius Julius Caesar.
Para sejarawan Romawi yang hidup setelah era Pliny diduga keliru dalam mengaitkan metode kelahiran tersebut secara langsung kepada Julius Caesar. Keyakinan yang keliru ini kemudian menyebar luas pada Abad Pertengahan melalui naskah Etymologiae karya Isidore of Seville.
Sebagian penulis lain berpendapat bahwa istilah caesarean section sebetulnya berasal dari kata dalam bahasa Latin, secare, yang berarti memotong. Penggunaan istilah itu salah satunya ditemukan dalam buku karangan imam Yesuit Prancis bernama Théophile Raynaud pada tahun 1637.
Akar kata tersebut juga sering dikaitkan dengan Lex Caesarea, yaitu hukum Romawi kuno yang mengatur pengeluaran janin dari tubuh ibu yang telah wafat.
Keberhasilan Pertama oleh Jacob Nufer
Kasus pertama mengenai ibu yang selamat setelah operasi caesar terjadi pada tahun 1500-an di Siegersausen, Swiss.
Tindakan penyelamatan yang berhasil membuat ibu dan bayi selamat ini dilakukan oleh seorang penjagal babi bernama Jacob Nufer. Jacob Nufer terpaksa melakukan operasi mandiri kepada istrinya, Elizabeth, setelah proses persalinan bersama 13 bidan tidak membuahkan hasil. Akibat situasi darurat, Jacob Nufer meminta izin kepada otoritas setempat untuk membedah perut istrinya sendiri.
Menggunakan peralatan yang biasa dipakai untuk pekerjaannya, Jacob Nufer mengoperasi sang istri hingga bayi lahir dengan selamat.
Setelah peristiwa tersebut, Elizabeth bahkan tercatat mampu melahirkan lima anak lagi secara normal melalui persalinan pervaginam. Kisah luar biasa ini kemudian dibukukan pada tahun 1582 oleh seorang dokter asal Swiss bernama Gaspard Bauhin.
Melalui profesinya sebagai penggembala babi, Jacob Nufer memang sudah terbiasa melakukan operasi kastrasi pada hewan peliharaannya. Pengalaman teknis itu membuatnya yakin bisa mengeluarkan bayi dari perut istrinya dengan aman dalam kondisi putus asa.
Walau akurasi kisah ini sempat diperdebatkan sebagian sejarawan, riwayat Jacob Nufer tetap menjadi catatan operasi caesar paling populer sebelum era modern.