Dokter Gizi Tegaskan Sarden Kalengan Bukan Makanan Ultra Proses

Share

Seorang dokter spesialis gizi klinik meluruskan perdebatan media sosial mengenai produk sarden kalengan yang ramai dikategorikan sebagai makanan ultra proses atau ultra-processed food (UPF) oleh warganet pada Jumat (22/5), seperti dilansir dari Bloomberg Technoz.

Dokter spesialis gizi klinik, dr. Johanes Chandrawinata, Sp.GK, menegaskan anggapan publik tersebut keliru karena sarden kalengan sejatinya merupakan makanan asli atau real food yang diproses secara minimal.

"Sarden kalengan umumnya bukan UPF karena hanya mengandung sedikit tambahan kandungan seperti garam, air, bumbu, dan tomat," kata Johanes saat dihubungi Bloomberg Technoz, kutip Jumat (22/5).

Kategori UPF sendiri ditujukan bagi produk industri berlebih yang menggunakan zat tambahan sintetis seperti pewarna, pemanis buatan, dan pengawet kompleks, sedangkan sarden memiliki komposisi sederhana yang menjaga gizi alami ikan.

Aspek keamanan pangan dari kemasan juga menjadi poin penting yang harus diperhatikan oleh masyarakat sebelum mengonsumsi makanan olahan tersebut.

"Sarden kalengan aman dikonsumsi selama belum kedaluwarsa dan kalengnya utuh tidak penyok," ujarnya.

Ikan dalam kaleng ini menyimpan khasiat kesehatan yang tinggi karena memuat protein berkualitas, omega-3, kalsium, serta vitamin D3 dan B12.

Kendati demikian, Johanes memberikan catatan khusus bagi konsumen yang memiliki riwayat kesehatan tertentu untuk tetap memeriksa label kemasan terkait kadar natrium.

"Hati-hati bagi mereka yang harus membatasi asupan garamnya karena kadang sarden kalengan cukup tinggi kandungan garamnya," tutur Johanes.

Penilaian kualitas nutrisi suatu pangan menurut para ahli tidak boleh bertumpu pada kemasannya saja, melainkan wajib meneliti komposisi serta proses pengolahannya secara menyeluruh.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author