Saintis Felix Ungkap Risiko Duduk Lama Terhadap Kesehatan Metabolik

Share

Kebiasaan duduk berjam-jam meningkatkan risiko sindrom metabolik dan pradiabetes pada pekerja, meski mereka sudah rutin berolahraga. Peringatan tersebut disampaikan saintis kesehatan Felix dalam podcast Suara Berkelas pada Senin (3/8/2026).

Ancaman penyakit jantung, stroke, hingga gangguan sendi juga berpotensi melonjak akibat perilaku minim bergerak di tempat kerja. Kondisi tersebut memengaruhi seluruh metabolisme tubuh secara menyeluruh jika terus dibiarkan tanpa adanya intervensi aktivitas fisik.

Guna mencegah dampak buruk tersebut, pekerja kantoran diimbau untuk menyelingi waktu kerja dengan pergerakan tubuh secara berkala demi menjaga sirkulasi darah. Aktivitas fisik berintensitas tinggi juga dinilai memberikan efektivitas lebih besar dibandingkan latihan ringan.

"Setiap dua jam saya berdiri dan berjalan sebentar," ujar Felix.

Selain menyempatkan diri untuk berjalan kaki, variasi gerakan fisik lain juga dapat dilakukan langsung di sekitar area kerja.

Felix menambahkan bahwa dirinya sesekali melakukan latihan jongkok sederhana selama beberapa menit di kantor.

Olahraga intensif mampu memicu perubahan metabolisme yang membantu menekan tingkat peradangan kronis pemicu berbagai penyakit. Latihan tersebut juga merangsang pelepasan senyawa khusus yang berfungsi menahan laju pertumbuhan sel abnormal berdasarkan pengamatan sejumlah penelitian.

Meski olahraga intensif bermanfaat besar, aktivitas olahraga harian tidak boleh dijadikan alasan untuk memaklumi kebiasaan duduk terlalu lama. Kebiasaan kecil seperti pergerakan singkat di sela pekerjaan tetap menjadi kunci utama menjaga kesehatan metabolik jangka panjang.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author