Saham SpaceX Melonjak Hingga Nilai Pasar Melampaui Amazon
Saham SpaceX mencatat lonjakan selama tiga hari berturut-turut pada Selasa hingga membuat nilai pasarnya melampaui Amazon dan menempatkannya sebagai saham terbesar kelima di dunia, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz. Kapitalisasi pasar perusahaan roket milik Elon Musk tersebut mencapai US$2,65 triliun setelah ditutup menguat 4,8 persen, atau unggul sekitar US$8 miliar dibandingkan dengan Amazon. Terbatasnya jumlah saham publik yang tersedia untuk diperdagangkan, yakni hanya sekitar 4,2 persen pada hari pertama, dinilai memicu volatilitas tingginya harga komoditas ekuitas baru ini.
"Itu memang menjadi faktor. Kita berbicara tentang perusahaan dengan jumlah saham publik yang sangat terbatas dibandingkan kapitalisasi pasar yang tercantum di headline," kata Angelo Kourkafas, Senior Global Investment Strategist di Edward Jones.
Reli awal ini juga didorong oleh aksi beli masif investor ritel yang menyamai total pembelian mereka di seluruh pasar saham AS pada pekan sebelumnya menurut data Vanda Research. Bersamaan dengan itu, SpaceX mengumumkan kesepakatan akuisisi terhadap startup pemrograman kecerdasan buatan Cursor dengan nilai transaksi mencapai US$60 miliar.
Di sisi lain, perdagangan kontrak opsi SpaceX resmi dimulai di bursa Cboe Global Markets serta Nasdaq yang berpotensi mendorong volatilitas lebih lanjut saat market maker melakukan lindung nilai. "Jumlah saham yang beredar di publik jelas menjadi bagian dari cerita ini. Inklusi ke indeks juga akan segera datang, yang akan mengubah dana pasif menjadi pembeli wajib terhadap pasokan saham yang dapat diperdagangkan kurang dari 5%. Permintaan mekanis yang bertemu dengan pasokan yang sangat terbatas akan memperbesar setiap pergerakan harga," kata Dave Mazza, Chief Executive Officer Roundhill Financial.
Kendati Nasdaq melonggarkan aturan demi mempercepat masuknya SpaceX ke indeks mereka, S&P Dow Jones Indices memilih tidak mengubah regulasi untuk mempercepat masuknya emiten IPO baru. Pengamat pasar kini mengantisipasi potensi tekanan jual saat masa penguncian saham selesai pasca-rilis laporan laba kuartal kedua mendatang. "Kita tidak akan mengetahui harga keseimbangan yang sesungguhnya sampai periode lock-up mulai berakhir setelah laporan laba kuartal kedua dan pasokan saham yang nyata bertemu dengan permintaan yang ada saat ini," ujar Dave Mazza, Chief Executive Officer Roundhill Financial.