Saham SpaceX Anjlok 12 Persen Akibat Lonjakan Pengeluaran AI

Share

Saham SpaceX mengalami penurunan sebesar 12 persen dalam perdagangan pra-pasar pada Rabu waktu Amerika Serikat setelah adanya laporan lonjakan pengeluaran untuk kecerdasan buatan (AI) yang memicu kekhawatiran investor, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.

Laporan pendapatan perdana perusahaan milik Elon Musk tersebut menunjukkan belanja modal pada kuartal kedua membengkak hingga enam kali lipat menjadi USD 18,4 miliar. Sebagian besar dari dana tersebut dialokasikan untuk pengembangan teknologi AI.

Kondisi ini menekan harga saham SpaceX hingga ditutup sedikit di atas USD 125 pada Selasa, berada di bawah harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar USD 135 dan jauh dari rekor tertinggi yang sempat menembus angka USD 200.

Meskipun model AI miliknya dinilai masih berada di belakang pesaing seperti OpenAI dan Anthropic, SpaceX berupaya memposisikan diri sebagai penyedia layanan komputasi awan alternatif dengan menyewakan kapasitas komputasi berbasis chip Nvidia.

Langkah investasi besar-besaran ini memicu respons dari manajemen perusahaan yang berupaya memberikan kepastian pengembalian modal kepada para pemegang saham.

"Di sisi komputasi AI, kami mampu mengalokasikan modal sedemikian rupa sehingga kami memperoleh modal kembali dalam waktu kurang dari satu tahun," kata Bret Johnsen, CFO SpaceX.

Di sisi lain, SpaceX berhasil menekan kerugian operasionalnya dan memproyeksikan lonjakan pendapatan signifikan di masa depan. Elon Musk menyatakan target pendapatan tahunan perusahaan sebesar USD 1 triliun diperkirakan bakal tercapai pada tahun 2030, lebih cepat dari proyeksi awal pada tahun 2031.

Kendati demikian, para pengamat dan investor masih mempertimbangkan efisiensi biaya serta laju pertumbuhan bisnis perusahaan sebelum dapat mencetak profitabilitas secara konsisten.

"SpaceX ingin menyampaikan narasi bahwa mereka adalah pemimpin pasar. Namun, orang-orang masih mempertanyakan seberapa cepat mereka bisa tumbuh? Seberapa besar biaya yang harus dikeluarkan sebelum perusahaan ini mencapai profitabilitas?" kata Steve Westly, pendiri The Westly Group.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author