Saham SpaceX Anjlok Usai Laporan Keuangan Ungkap Belanja AI Besar

Share

Saham perusahaan dirgantara SpaceX mengalami penurunan nilai di perdagangan setelah jam kerja pada hari Selasa setelah merilis laporan keuangan perdana sejak melantai di bursa saham pada bulan Juni. Pendapatan kuartalan perusahaan melonjak hingga mencapai 7,8 miliar dolar AS, namun pengeluaran membengkak drastis hingga 18,3 miliar dolar AS akibat investasi masif pada infrastruktur kecerdasan buatan. Kepala Eksekutif Elon Musk menyatakan bahwa ia meyakini banyak pihak yang keliru menilai potensi perusahaan dirgantara tersebut saat ini.

"Bukan hal yang tidak mungkin pada suatu titik Starlink akan mengoperasikan sebagian besar internet dunia," ujar Musk.

Layanan satelit Starlink saat ini menjadi satu-satunya unit bisnis perusahaan yang membukukan keuntungan finansial positif di tengah ekspansi masif. "Pusat data adalah masalah sepele dibandingkan dengan membuat roket yang dapat digunakan kembali," ujar Musk.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah ambisi besar perusahaan untuk memperluas kapasitas pusat data komputasi bagi berbagai proyek teknologi eksternal. "Bukan hal yang tidak mungkin pada suatu titik Starlink akan mengirimkan sebagian besar internet dunia," ujar Musk.

Perusahaan juga melaporkan pencapaian penting terkait jumlah pelanggan yang terus bertumbuh signifikan di berbagai belahan dunia. "Proyeksi internal kami untuk mencapai pendapatan satu triliun dolar… telah dimajukan dari 2031 ke 2030," ujar Musk. Optimisme tinggi terus disuarakan oleh pimpinan tertinggi perusahaan terkait target pencapaian jangka panjang dalam beberapa tahun mendatang.

"Dan ada peluang di atas nol persen hal itu terjadi pada 2029," ujar Musk.

Selain itu, Musk turut mengomentari rencana ekspansi bisnis perangkat lunak yang sedang berjalan saat ini. "Kami berusaha menyelesaikan akuisisi tersebut secepat mungkin," ujar Musk. Proses integrasi bisnis tersebut masih menunggu lampu hijau dari pihak berwenang guna menghindari kendala regulasi.

"Saya pikir kita sudah cukup dekat dengan itu. Namun kami berhati-hati agar tidak terburu-buru dalam penutupan regulasi," ujar Musk.

Dukungan terhadap mitra strategis utama juga ditekankan dalam sambutan kepada para pemegang saham dan analis. "komputer kecerdasan buatan terbaik" ujar Musk.

Pimpinan perusahaan menegaskan komitmen kerja sama jangka panjang dengan penyedia perangkat keras terkemuka di industri global. "Bukan hal yang tidak mungkin pada suatu titik Starlink akan mengirimkan sebagian besar internet dunia, setidaknya di negara-negara tempat kami diizinkan beroperasi, yang merupakan sebagian besar negara," ujar Musk.

Direktur Keuangan Bret Johnson memberikan penjelasan rinci mengenai strategi pengeluaran modal perusahaan dalam panggilan investor. "sangat mirip" ujar Johnson. Manajemen memastikan bahwa tingkat belanja modal akan tetap berada pada kisaran yang stabil untuk beberapa waktu ke depan.

"pengembalian modal kurang dari satu tahun" ujar Johnson.

Efisiensi operasional diklaim mampu menghasilkan pengembalian dana dalam tempo relatif singkat bagi perusahaan. "karena perkembangannya bergerak sangat cepat." ujar Johnson. Presiden dan COO Gwynne Shotwell memaparkan target strategis terkait layanan seluler satelit di masa depan.

"prioritas jangka pendek" ujar Shotwell.

Peluncuran satelit generasi terbaru dijadwalkan segera berlangsung menggunakan sistem roket berat perusahaan. "mewakili keunggulan kompetitif yang mendasar bagi seluler satelit," ujar Shotwell.

Inovasi ini diharapkan mampu memberikan keunggulan kompetitif jangka panjang di pasar telekomunikasi global. "Saya berharap kita dapat memperoleh cukup banyak pelanggan mereka," ujar Shotwell.

Perusahaan membidik basis pengguna telekomunikasi konvensional melalui integrasi spektrum frekuensi baru. "Saya pikir layanan kami akan lebih baik. Kami akan menghilangkan area tanpa sinyal, dengan memanfaatkan satelit yang berada di orbit." ujar Shotwell. Analis senior Matt Britzman dari Hargreaves Lansdown memberikan pandangan mengenai transformasi arah bisnis perusahaan.

"sepenuhnya total" ujar Britzman.

Transformasi strategis ini mengubah profil perusahaan secara keseluruhan di mata pelaku pasar keuangan. "segera menyerupai perusahaan infrastruktur kecerdasan buatan dengan bisnis luar angkasa yang luar biasa di dalamnya" ujar Britzman. Nilai tambah dari sektor dirgantara tetap menjadi fondasi penting meskipun fokus pendanaan bergeser ke sektor digital.

"Para analis masih mencoba mencari tahu seperti apa bentuk bisnis tersebut, sementara Elon Musk sudah menjelaskan apa yang bisa terjadi dalam dekade berikutnya," ujar Britzman.

Prospek jangka panjang masih bergantung pada kemajuan teknologi roket generasi penerus dan konstelasi satelit. "Starship dan generasi Starlink berikutnya tetap krusial bagi visi pasca-2030, namun motor finansial dalam beberapa tahun ke depan akan semakin didorong oleh kecerdasan buatan." ujar Britzman.

Perwakilan Counterpoint Research, Brady Wang, turut memberikan catatan terhadap kinerja keuangan dan basis pelanggan. "kuat" ujar Wang.

Analis investasi Fabien Yip dari IG menyampaikan pandangan skeptis terhadap valuasi keseluruhan perusahaan saat ini. "suatu hal yang berlebihan" ujar Yip. Kepala Eksekutif Carré Partners, Wendy Souvannarath, memberikan pembelaan terhadap strategi pengeluaran agresif tersebut.

"setiap raksasa teknologi menghabiskan anggaran seperti ini saat ini" ujar Souvannarath.

Kebijakan finansial ini dinilai sebagai langkah lumrah di tengah kompetisi industri teknologi tingkat tinggi. "Elon Musk akan selalu menjadi Elon Musk" ujar Souvannarath. Keyakinan terhadap portofolio jangka panjang tetap terjaga berkat keunggulan produk yang sudah terbukti di pasaran.

"Ada fakta, ada angka, ada visi yang dapat kita lihat," ujar Souvannarath.

Solusi konektivitas global menjadi pilar utama dalam pembenahan infrastruktur komunikasi dunia. "Setengah dari planet ini memiliki internet yang buruk karena kabel tidak pernah menjangkau mereka. Jadi pada dasarnya Starlink menempatkan jaringan di langit sebagai gantinya." ujar Souvannarath.

Pelaku pasar juga menyoroti dampak aturan pembatasan penjualan saham bagi pemegang saham awal. "[Pada Selasa sore] SpaceX melaporkan sebagai perusahaan publik untuk pertama kalinya, dan dua hari kemudian, 6 Agustus, aturan penguncian sahamnya membebaskan ratusan juta saham orang dalam — kira-kira tiga kali lipat dari jumlah saham beredar saat ini," ujar Johnson.

Analis teknologi Luke Lango mencatat bahwa reaksi pasar mencerminkan tingginya biaya ekspansi bisnis. "Reaksi negatif saham tersebut bukan penolakan terhadap fundamental, melainkan cerminan dari harga pertumbuhan yang luar biasa besar," ujar Lango.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author