Starcloud Raih Pendanaan Rp4,43 Triliun Bangun Data Center Luar Angkasa

Share

Startup Starcloud mengamankan suntikan dana sebesar USD 250 juta atau sekitar Rp 4,43 triliun dalam putaran pendanaan terbarunya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pusat data kecerdasan artifisial (AI) di luar angkasa, sebagaimana dilansir dari Detik iNET pada Senin (24/6/2026).

Suntikan modal tersebut merupakan perpanjangan dari pendanaan Seri A yang sebelumnya telah mengumpulkan USD 170 juta atau setara Rp 3,01 triliun pada Maret 2026. Melalui pencapaian terbaru ini, nilai valuasi Starcloud melonjak hingga menyentuh angka USD 2,3 miliar atau sekitar Rp 40,77 triliun.

Putaran investasi ini dipimpin oleh Manhattan West dengan dukungan dari investor lama seperti Benchmark, EQT, Soma, NFX, dan 776. Selain itu, raksasa teknologi Nvidia bersama Cisco Investments, Cedar Capital, Goanna Capital, serta Standard Capital resmi bergabung sebagai investor baru.

Keterlibatan Nvidia memperkuat rencana Starcloud dalam mengoperasikan komputasi orbital berskala besar. Kerja sama ini memfasilitasi penggunaan Nvidia Space-1 Vera Rubin Module, yaitu cip khusus yang dirancang tahan terhadap paparan radiasi dan kondisi lingkungan ekstrem luar angkasa.

Sebelumnya, Starcloud telah meluncurkan unit GPU Nvidia H100 ke orbit pada November 2025 untuk menguji pemrosesan serta pelatihan model AI. Alokasi dana baru ini akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas manufaktur, mendanai riset teknologi bersama Nvidia, dan mengamankan jadwal peluncuran produk masa depan.

Starcloud menargetkan pembangunan konstelasi hingga 88.000 satelit yang mampu menghasilkan kapasitas komputasi orbital mencapai 20 gigawatt. Guna mendukung pembuatan wahana Starcloud-3, perusahaan sedang mendirikan fasilitas produksi seluas 100.000 kaki persegi di Woodinville, Washington.

Wahana data center orbital Starcloud-3 memiliki dimensi lebih besar dan dirancang untuk mengangkut beban kerja AI berbasis orbital. Peluncuran wahana ini direncanakan memanfaatkan roket Starship milik SpaceX.

Perusahaan kini telah mengajukan izin operasional kepada Federal Communications Commission (FCC) untuk mengelola puluhan ribu satelit tersebut. Sejak didirikan pada 2024, total modal yang berhasil dihimpun Starcloud telah mencapai USD 450 juta atau sekitar Rp 7,98 triliun.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author