Saham Produsen Chip Melonjak Dorong Pemulihan di Wall Street

Share

Kebangkitan saham raksasa produsen semikonduktor memicu pemulihan di bursa saham Wall Street. Penguatan ini juga beriringan dengan penurunan harga minyak setelah pelaku pasar mengabaikan ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.

Indeks Nasdaq 100 mencatatkan kenaikan sebesar 1,6%, sedangkan indeks saham perusahaan semikonduktor melonjak hingga 3,1%. Peningkatan ini didorong oleh berbagai aksi korporasi besar di sektor teknologi.

Micron Technology Inc. mengumumkan rencana ekspansi dengan menaikkan investasi pabrik baru di Amerika Serikat menjadi US$250 miliar. Langkah tersebut diambil guna memenuhi lonjakan permintaan pasar yang dipicu tren kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Di sisi lain, pencatatan saham SK Hynix Inc. di pasar modal Amerika Serikat dilaporkan mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga lebih dari tujuh kali lipat. Fenomena ini menegaskan besarnya minat investor terhadap produsen chip asal Korea Selatan itu.

Fluktuasi tajam saham teknologi dalam beberapa minggu terakhir mendorong para pemodal mencari kepastian baru mengenai prospek sektor kecerdasan buatan. Sektor semikonduktor baru saja membukukan kuartal terbaik sepanjang sejarah, tetapi keraguan tetap muncul terkait persaingan pasar, potensi kelebihan kapasitas, serta realisasi imbal hasil investasi.

Kekhawatiran tersebut semakin mengemuka saat risiko geopolitik meningkat akibat aksi saling lempar serangan udara antara Amerika Serikat dan Iran. Kendati demikian, situasi ini dinilai masih berada dalam batas yang dapat dikendalikan oleh pasar.

Elias Haddad dari Brown Brothers Harriman & Co menilai eskalasi tersebut masih terukur dengan asumsi perekonomian global masih sanggup meredam dampaknya.

"Investor saat ini jauh lebih fokus pada musim laporan kinerja keuangan yang akan datang dibandingkan perkembangan geopolitik," ujar Matt Maley dari Miller Tabak.

Anthony Saglimbene dari Ameriprise berpendapat bahwa arah pergerakan pasar dalam satu bulan ke depan bakal ditentukan oleh rilis laporan keuangan kuartalan korporasi, di tengah perdebatan inflasi, suku bunga, dan isu geopolitik.

"Perusahaan tidak cukup hanya mencatatkan laba di atas ekspektasi," ujarnya.

"Mereka juga harus menunjukkan bahwa margin keuntungan tetap terjaga pada level tinggi, prospek bisnis (guidance) masih kuat dan bahkan lebih baik dari perkiraan analis saat ini, serta pertumbuhan laba yang dipimpin sektor teknologi masih cukup luas untuk menopang valuasi pasar."

Di Edward Jones, Brock Weimer memperkirakan pertumbuhan laba korporasi tetap terjaga kuat pada tahun 2026. Menurut pengamatannya, belum ada indikasi signifikan bahwa emiten mulai memangkas anggaran belanja modal untuk kebutuhan AI.

Sementara itu, Jeff Buchbinder dari LPL Financial menyatakan kecerdasan buatan diprediksi tetap menjadi motor penggerak pasar saham pada paruh kedua tahun 2026. Namun, dinamika seputar AI mulai bergeser ke arah lanskap investasi yang lebih selektif.

Para investor disarankan untuk tidak sekadar melihat besaran anggaran belanja AI sebuah perusahaan, melainkan mulai fokus pada kemampuan emiten dalam mencetak keuntungan riil yang terukur dari investasi teknologi tersebut.

Pada instrumen lain, lelang obligasi pemerintah Amerika Serikat bertenor 30 tahun menghasilkan imbal hasil atau yield tertinggi dalam hampir dua dekade terakhir. Kondisi ini memperlihatkan bahwa peningkatan pasokan surat utang memaksa investor meminta imbal hasil lebih besar.

Hingga pukul 16.00 waktu New York, indeks S&P 500 naik 0,8%, indeks Nasdaq 100 menguat 1,6%, dan Dow Jones Industrial Average naik 0,3%. Sementara itu, indeks MSCI World bertambah sebesar 0,8%.

Di pasar mata uang, indeks Bloomberg Dollar Spot bergerak relatif stabil. Euro bertahan pada level US$1,1428, Pound sterling menguat 0,1% ke posisi US$1,3409, dan Yen Jepang menguat 0,1% menjadi 162,37 per dolar AS.

Sektor mata uang kripto juga menghijau dengan Bitcoin yang naik 1,8% menuju harga US$63.151,02, serta Ether yang menguat 0,6% ke level US$1.745,54.

Untuk pasar obligasi, yield surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun terpangkas tiga basis poin menjadi 4,55%. Yield obligasi Jerman bertenor 10 tahun bergerak stagnan di 3,08%, sedangkan yield obligasi Inggris tenor 10 tahun merosot delapan basis poin menjadi 4,90%.

Pada sektor komoditas, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi sebesar 2,2% ke level US$71,87 per barel. Kontras dengan minyak, harga emas spot justru melonjak 1,1% menjadi US$4.121,67 per troy ons.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author