Saham Meta Anjlok 11 Persen Akibat Pembengkakan Biaya Proyek AI
Saham Meta mengalami penurunan tajam hingga 11 persen akibat keraguan investor terhadap belanja besar-besaran perusahaan untuk proyek kecerdasan buatan (AI) di tengah penurunan laba, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.
Laporan keuangan periode April hingga Juni mencatat pendapatan Meta tumbuh 28 persen menjadi USD 61 miliar, namun laba bersihnya merosot 14 persen menjadi USD 6 miliar. Arus kas bebas perusahaan meluncur ke angka USD 784 juta, menjadi level terendah dalam kurun lima tahun terakhir.
Meta menaikkan alokasi anggaran belanja tahun ini menjadi sekitar USD 130 miliar hingga USD 145 miliar, bertambah dari rencana sebelumnya sebesar USD 125 miliar. CFO Meta, Susan Li, menyebut komersialisasi teknologi ke perusahaan lain akan mendorong pengembalian modal investasi AI, meski lini bisnis tersebut belum terealisasi.
Analis dari Forrester, Mike Proulx, menilai dana kas kuartal ini hampir sepenuhnya tersedot oleh belanja infrastruktur AI.
"Uang kas yang dihasilkan kuartal ini hampir seluruhnya tersedot oleh belanja infrastruktur AI. Investor kini harus memutuskan apakah daftar inisiatif AI Meta yang terus bertambah ini merupakan bentuk diversifikasi perusahaan atau justru sebuah pengalihan fokus," kata Mike Proulx, Analis Forrester.
Proulx menyoroti adanya kemiripan strategi ini dengan kegagalan proyek pengalaman VR yang kurang diminati pasar sebelumnya.
"Ada sedikit kemiripan dengan kesalahan langkah Meta di metaverse, di mana Meta kembali menghabiskan banyak uang sebelum adanya permintaan produk yang terbukti nyata," ujar Mike Proulx, Analis Forrester.
Sementara itu, Chief Executive Officer Meta, Mark Zuckerberg, menegaskan optimismenya terhadap investasi jangka panjang di bidang teknologi kecerdasan buatan tersebut.
"Saya paham bahwa ini adalah taruhan besar di seluruh industri. Keyakinan pribadi saya adalah orang-orang yang berinvestasi di bidang ini akan merasa sangat puas dan mendapatkan imbal hasil yang sepadan seiring berjalannya waktu," kata Mark Zuckerberg, CEO Meta.
Zuckerberg menyampaikan bahwa model AI milik perusahaan mampu mendongkrak interaksi pengguna di platform Facebook dan Instagram serta membantu efisiensi iklan untuk usaha kecil. Meta juga tengah mengembangkan chatbot agen AI yang dapat beroperasi secara mandiri.
"Segera, kita akan punya agen yang bisa bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu atas nama Anda. Agen pribadi yang luar biasa harus siap langsung dipakai. Saya sangat antusias dan kami akan segera membagikan informasi lebih lanjut. Kami adalah perusahaan terbaik dunia dalam menyekalakan pengalaman bagi miliaran orang," kata Mark Zuckerberg, CEO Meta.
Untuk memperluas komersialisasi, Meta mempermudah integrasi model AI Muse Spark bagi skala bisnis yang lebih luas.
"Kami berharap dapat membangun bisnis berskala besar untuk perusahaan-perusahaan besar," ujar Mark Zuckerberg, CEO Meta.