Saham Emiten Indonesia Anjlok Usai Perubahan Indeks MSCI

Share

Pergerakan 11 saham emiten Indonesia kompak melemah pada perdagangan Kamis (13/8/2026) usai Morgan Stanley Capital International (MSCI) merilis hasil August Index Review 2026. Berdasarkan laporan dilansir dari Detik Finance, penyesuaian susunan portofolio tersebut mencakup pengeluaran 10 saham serta penurunan kelas satu saham dari Global Standard Indexes ke Global Small Cap Indexes.

Dalam penyesuaian ini, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) terdegradasi dari Global Standard Indexes ke Global Small Cap Indexes, yang memicu penurunan harga sahamnya sebesar 2,54 persen ke level Rp3.070 per saham. Sementara itu, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang dikeluarkan dari Global Standard Indexes terpantau melanjutkan tren stagnan pada level Rp50 per saham selama tiga bulan terakhir.

Tekanan jual juga melanda deretan saham yang dikeluarkan dari indeks Global Small Cap Indexes. Saham PT MD Entertainment Tbk (FILM) memimpin penurunan dengan merosot 8,82 persen ke Rp930 per saham, disusul PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) yang melemah 7,04 persen ke level Rp660, dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) yang terdorong turun 7,24 persen ke Rp705 per saham.

Pelemahan turut dialami oleh PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) sebesar 6 persen ke level Rp4.700, PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) sebesar 5,41 persen ke Rp70, dan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) sebesar 5,08 persen ke Rp112 per saham. Saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) juga terkoreksi 4,78 persen ke Rp1.195, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) melorot 2,89 persen ke Rp1.510, serta PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) berkurang 2,20 persen ke level Rp3.560 per saham.

Pihak lembaga penyedia indeks saham global tersebut mengonfirmasi jadwal pemberlakuan efektif untuk perombakan komposisi saham Indonesia ini.

"Semua perubahan akan diberlakukan mulai penutupan pasar pada 31 Agustus 2026," tulis pengumuman MSCI.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author