Saham BUMI Melemah Usai Perusahaan Umumkan Hasil RUPST dan RUPSLB

Share

Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami penurunan sebesar 3,57 persen ke level Rp161 pada perdagangan Senin (22/6/2026) setelah manajemen menyampaikan keterbukaan informasi mengenai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta pada Kamis (18/6/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Hotel JS Luwansa tersebut dipimpin oleh Komisaris Utama Sharif Cicip Sutardjo. Manajemen mengonfirmasi bahwa kehadiran para pemegang saham dan kuasa pemilik saham telah mewakili lebih dari separuh total saham dengan hak suara sah, sehingga memenuhi kuorum yang disyaratkan regulasi.

“Rapat membahas dan mengambil keputusan atas lima mata acara,” kata manajemen BUMI dalam keterangan resmi yang dikutip pada Selasa (23/6/2026).

Dalam RUPST tersebut, pemegang saham menyetujui laporan pertanggungjawaban direksi serta laporan keuangan tahun buku 2025 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan (RSM Indonesia) dengan opini wajar tanpa pengecualian. Berdasarkan hasil keputusan, perusahaan memutuskan untuk tidak membagikan dividen tahun buku 2025 demi mengalokasikan modal pada strategi diversifikasi usaha.

Selain menyetujui penunjukan kembali RSM Indonesia sebagai auditor eksternal untuk tahun buku 2026, rapat juga mengesahkan perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi. Jabatan Presiden Komisaris kini dipegang oleh Sharif Cicip Sutardjo, sedangkan posisi Presiden Direktur ditempati oleh Adika Nuraga Bakrie.

Sebagai agenda tambahan, manajemen melaporkan sisa dana hasil emisi Obligasi Berkelanjutan I BUMI per 31 Mei 2026 yang tercatat sebesar Rp980,8 miliar dari total nilai penawaran Rp5 triliun. Melalui pelaksanaan RUPSLB, perseroan juga resmi mendapat persetujuan atas perubahan Anggaran Dasar terkait Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author