Saham Adobe Anjlok akibat Kekhawatiran Kompetisi AI dan Transisi CEO

Share

Saham Adobe Inc. (ADBE) mengalami tekanan jual yang signifikan di bursa Nasdaq sepanjang tahun 2026 akibat meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap persaingan ketat dalam lanskap kecerdasan buatan (AI) generatif.

Kondisi ini diperparah oleh pengumuman rencana transisi kepemimpinan perusahaan setelah rilis laporan keuangan kuartal pertama tahun fiskal 2026 pada 12 Maret 2026 lalu.

Dilansir dari ad-hoc-news.de, pergerakan saham pelopor perangkat lunak asal San Jose, Amerika Serikat ini terus mendekati level terendah dalam 52 minggu terakhir meskipun metrik profitabilitas fundamentalnya dinilai tetap solid.

Tekanan di pasar modal memicu penurunan harga saham Adobe hingga menyentuh angka 253,37 dolar AS per lembar, mencerminkan penurunan tahunan berjalan sebesar 27,61 persen.

Padahal, laporan kuartal pertama mencatatkan pendapatan sebesar 6,40 miliar dolar AS atau tumbuh 12 persen secara tahunan, melampaui estimasi konsensus analis sebesar 1,9 persen.

Pihak manajemen mengonfirmasi bahwa pertumbuhan performa bisnis digital ini didorong oleh kuatnya permintaan untuk ekosistem Creative Cloud, Document Cloud, dan Adobe Experience Cloud.

Di tengah situasi penurunan harga saham tersebut, pimpinan tertinggi perusahaan memberikan pernyataan resmi mengenai pencapaian bisnis berbasis kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh timnya.

"Adobe delivered record Q1 results with AI-first ARR more than tripling year over year and subscription revenue growing 13 percent," kata Shantanu Narayen, chair and CEO, Adobe.

Setelah pengumuman hasil kinerja keuangan tersebut, harga saham Adobe sempat merosot 7,58 persen seiring langkah Shantanu Narayen yang menyatakan akan mundur dari jabatannya setelah 18 tahun memimpin.

Ketidakpastian suksesi CEO serta aksi penjualan saham internal, termasuk pelepasan 75.000 lembar saham oleh Narayen pada 28 April, ikut menahan laju pemulihan harga.

Di sisi lain, model penilaian dari 24/7 Wall St. memberikan proyeksi pemulihan target harga saham Adobe dalam 12 bulan ke depan menjadi 331,81 dolar AS dengan rekomendasi beli.

Model analisis tersebut memperhitungkan potensi komersialisasi platform AI Firefly yang mencatatkan pertumbuhan pendapatan tahunan berulang (ARR) melampaui 250 juta dolar AS.

Kendati demikian, Adobe harus menghadapi tantangan penurunan kinerja segmen bisnis fotografi stok sebesar 450 juta dolar AS yang terdampak langsung oleh kehadiran alat pembuat konten berbasis AI generatif dari para kompetitor.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author