Rusia Tembak Jatuh Puluhan Drone Ukraina di Saint Petersburg
Pasukan pertahanan udara Rusia menembak jatuh puluhan pesawat tanpa awak atau drone milik militer Ukraina di atas wilayah Saint Petersburg, Sabtu (4/7/2026). Serangan balasan ini dilansir dari Detikcom terjadi setelah operasi militer Moskow sebelumnya di Kyiv menewaskan puluhan orang pada minggu ini.
Pemerintah setempat mengonfirmasi bahwa serangan pesawat nirawak tersebut menyasar area terminal minyak di distrik Kirovsk. Meski demikian, pihak berwenang memastikan bahwa konsekuensi teknis akibat insiden tersebut telah ditangani dengan cepat di lapangan.
"Serangan itu mengenai area terminal minyak di distrik Kirovsk di kota itu. Konsekuensi teknis telah diatasi. Tidak ada korban jiwa," tulis Gubernur Saint Petersburg Alexander Beglov di media sosial.
Upaya penghalangan serangan oleh militer Rusia dilaporkan berhasil menjatuhkan total 72 unit UAV, di mana salah satu puingnya mendarat di area Peterhof. Beruntung, insiden jatuhnya material drone tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan pada kompleks istana bersejarah dari abad ke-18 itu.
"Pasukan pertahanan udara menembak jatuh 72 UAV, salah satunya jatuh di Peterhof. Tidak ada korban jiwa atau kerusakan," tambah Beglov.
Dampak dari sebaran puing drone juga dilaporkan meluas hingga ke sekitar pelabuhan Vysotsk, wilayah Leningrad utara, yang lokasinya berdekatan dengan perbatasan Finlandia. Pemerintah wilayah Leningrad segera melakukan konfirmasi mengenai laporan jatuhnya material sisa di sekitar kawasan pelabuhan.
"Puing-puing telah dilaporkan di area pelabuhan Vysotsk. Detailnya sedang dikonfirmasi," kata Drozdenko di media sosial.
Di pihak lain, kepemimpinan Kyiv mengklaim serangan udara itu berhasil mengenai target operasional penting militer Rusia. Operasi ini menargetkan pangkalan angkatan laut Kronstadt serta infrastruktur minyak yang dianggap sebagai sumber pendanaan utama bagi aktivitas perang Moskow.
"Pasukan pertahanan Ukraina menyerang infrastruktur minyak pelabuhan yang menghasilkan pendapatan untuk perang Rusia, dan juga terjadi serangan yang berhasil di Kronstadt – sebuah target militer penting," tulis Zelensky di media sosial.
Intensifikasi serangan udara Ukraina kini telah menjangkau wilayah dalam Rusia yang jauh dari zona perbatasan utama. Menanggapi situasi ini, Presiden Vladimir Putin mengakui adanya kebutuhan mendesak bagi Moskow untuk memperkuat sistem pertahanan udara nasionalnya.