Rupiah Tembus Rp 18.005 per Dolar AS pada 6 Juli 2026
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau terus melemah hingga siang hari ini. Mata uang Nusantara kini resmi menembus level Rp 18.000 per dolar AS.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, mata uang Tanah Air berada di posisi Rp 18.005 per dolar AS pada perdagangan pasar spot, Senin (6/7/2026) pukul 13:55 WIB. Angka tersebut menunjukkan depresiasi sebesar 0,28% jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan pada akhir pekan lalu.
Tren pelemahan rupiah juga terjadi di pasar luar negeri. Kontrak rupiah di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) untuk tenor satu bulan tercatat berada di level Rp 18.043 per dolar AS pada pukul 13:49 WIB.
Kondisi ini membuat rupiah terbenam di zona merah bersama dengan mayoritas mata uang Benua Kuning lainnya yang turut mengalami tekanan dari dolar AS.
Yen Jepang memimpin pelemahan di Asia dengan penurunan sebesar 0,55%, diikuti oleh baht Thailand yang merosot 0,54% dan dolar Taiwan yang melemah 0,53%. Ringgit Malaysia juga turun 0,40%, sementara rupee India terpangkas 0,35%.
Mata uang lainnya seperti won Korea Selatan melemah 0,29%, dolar Singapura terkoreksi 0,22%, yuan China turun 0,15%, dan peso Filipina terdepresiasi 0,13%.
Keperkasaan dolar AS menjadi faktor utama yang menekan mata uang di kawasan Asia. Pada pukul 13:40 WIB, Dollar Index yang mengukur posisi greenback terhadap enam mata uang utama dunia tercatat menguat 0,17% ke level 101,033.