Rumania Usir Diplomat Rusia Setelah Tembak Jatuh Drone Pelanggar Wilayah Udara

Share

Rumania memerintahkan pengusiran seorang diplomat Rusia dari kedutaan di Bucharest sebagai respons terhadap pelanggaran wilayah udara oleh drone yang diduga dari Rusia, dilaporkan pada akhir Juli 2026, saat ketegangan di Ukraina meningkat.

Dalam tiga hari berturut-turut pada akhir pekan lalu, Rumania menembak jatuh tiga drone yang melanggar wilayah udaranya, menurut laporan kementerian pertahanan dan dilansir dari Detikcom. Investigasi awal menunjukkan drone pertama yang ditembak jatuh adalah model Shahed asal Rusia.

Kementerian luar negeri Rumania memanggil Duta Besar Rusia Vladimir Lipayev dan menyampaikan bahwa seorang anggota misi Rusia dinyatakan sebagai orang yang tidak diinginkan, dengan batas waktu meninggalkan Rumania dalam lima hari.

"Tentang keputusan untuk menyatakan seorang anggota misi Federasi Rusia di Bucharest sebagai orang yang tidak diinginkan, dengan persyaratan bahwa ia meninggalkan wilayah Rumania dalam waktu lima hari," kata pernyataan kementerian luar negeri Rumania.

Lipayev juga diperlihatkan pecahan drone yang ditembak jatuh oleh jet tempur F-16 pada 24 Juli. Dua drone lainnya yang ditembak jatuh pada 25 dan 26 Juli masih dalam penyelidikan, dengan indikasi satu di antaranya berasal dari Rusia menurut seorang juru bicara militer senior NATO.

Kementerian Luar Negeri Rusia membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya propaganda yang direkayasa. "Tidak ada bukti asal Rusia dari drone-drone ini yang telah disajikan," kata pernyataan kementerian luar negeri Rusia.

Rusia juga mengutuk pengusiran diplomat tersebut dan memperingatkan bahwa langkah itu tidak akan dibiarkan begitu saja.

Sejak invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada 2022, Rumania mengalami puluhan pelanggaran wilayah udara dan kecelakaan drone. Insiden paling serius terjadi pada Mei ketika sebuah drone menabrak gedung apartemen di kota Galati dekat perbatasan Ukraina, menyebabkan dua orang terluka.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: internasional militer Politik
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author