Rumah BUMN Jakarta Bantu UMKM Kooe.id Kembangkan Bisnis Makanan
Sebuah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kuliner bernama Kooe.id sukses mengembangkan pasar dan jangkauan usahanya setelah bergabung menjadi mitra binaan Rumah BUMN Jakarta yang dikelola oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.
Pemilik Kooe.id, Sri Haryadi, merintis bisnis makanan dan minuman tersebut sejak masa pandemi COVID-19 pada awal 2020 setelah memanfaatkan waktu luang selama menjalani kebijakan work from home (WFH) dari tempat kerja sebelumnya, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Sri Haryadi aktif memproduksi beragam produk kuliner andalan seperti puding regal, mango sago, es teler, air kelapa murni botolan, hingga sambal lauk di kiosnya yang berlokasi di Jalan Utan Kayu Raya, Matraman, Jakarta Timur pada Sabtu (23/5/2026).
"Pada saat pandemi itu kan saya masih kerja saat itu. Jadi, saya dapat jadwal WFH selama 3 bulan ya," ujar Sri Haryadi, Pemilik Kooe.id.
Setelah masa WFH berakhir dan sempat kembali ke kantor, Sri Haryadi memutuskan untuk fokus sepenuhnya mengelola UMKM miliknya tersebut setelah memasuki masa pensiun pada tahun 2022.
"Karena saya hobi makan, ya, saya mikir membuat itu namanya puding regal," tutur Sri Haryadi, Pemilik Kooe.id.
Nama merek Kooe.id dipilih berdasarkan masukan dan dukungan dari rekan-rekan dekatnya yang menyukai cita rasa puding buatannya.
"Dalam bahasa Jawa 'kowe' itu kan 'kamu', jadi kue untuk kamu gitu," kata Sri Haryadi, Pemilik Kooe.id.
Perkembangan signifikan dirasakan usaha ini setelah Sri Haryadi mendaftarkan bisnisnya ke Rumah BUMN Jakarta di Jalan Letjen S Parman, Jakarta Barat pada bulan Juni 2025.
"Saya dateng ke sana. Udah, langsung daftar di situ. Datang langsung disambut dengan baik, kok, dibantu daftar," tutur Sri Haryadi, Pemilik Kooe.id.
Langkah pendaftaran tersebut dilakukan secara langsung oleh Sri Haryadi dengan membawa contoh produk demi meyakinkan pihak pengelola.
"Saat itu saya datang, itu bawa produk. Saya inisiatif aja buat produk ya, karena apa, karena feeling saya adalah untuk meyakinkan," kata Sri Haryadi, Pemilik Kooe.id.
Melalui jejaring pertemanan sesama pelaku usaha di Rumah BUMN Jakarta, Kooe.id bisa memenuhi pesanan skala besar dari pelanggan korporasi lewat sistem kolaborasi produksi.
"Saya dapat pesanan karena saya sudah nggak kehandle ya, saya dapat pesanan tuh 400 ximilu sama 200 buko pandan. Nah, terus itunya (bubur sumsum) juga 200 juga, cuma saya udah nggak kehandle, jadi kolaborasi. Karena saya juga udah kenal ya, karena saya udah kenal produknya juga kenal orangnya juga. Jadi kan ketika merekomendasikan-kan tidak asal gitu. Jadi, mungkin fungsinya, apa namanya, Rumah BUMN BRI itu jadi saling mengenal," kata Sri Haryadi, Pemilik Kooe.id.
Selain perluasan jaringan pasar, Sri Haryadi juga rutin mengikuti berbagai program pelatihan gratis yang disediakan kurikulum Rumah BUMN Jakarta untuk mempertajam kompetensi bisnisnya.
"Ilmunya banyak sekali benar. Banyak sekali kemarin yang saya baru ikutin," sebut Sri Haryadi, Pemilik Kooe.id.
Intensitas kehadiran Sri Haryadi dalam program pendampingan usaha tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan operasional Kooe.id saat ini.
"Ternyata kan banyak sekali kurikulumnya untuk pelatihan. Saya mengikuti yang sesuai dengan kebutuhan, kadang bisa seminggu 2 kali," ujarnya Sri Haryadi, Pemilik Kooe.id.
Pihak pengelola Rumah BUMN Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi peningkatan kapasitas usaha para pelaku UMKM menuju kemandirian ekonomi digital.
"Di Rumah BUMN, para pelaku usaha atau UMKM mendapatkan pelatihan untuk mempertajam skill kewirausahaan, pendampingan digital, hingga akses permodalan dan jejaring pasar," ujar Jajang Rohmana, Koordinator Rumah BUMN Jakarta.
BRI saat ini tercatat mengelola sebanyak 54 Rumah BUMN di seluruh Indonesia sebagai wadah pembentukan ekosistem ekonomi digital yang berkelanjutan.
"Setiap senyuman dari pelaku UMKM yang berhasil naik kelas adalah energi bagi kami," ujarnya Jajang Rohmana, Koordinator Rumah BUMN Jakarta.