Ruben Onsu Ungkap Biaya Renovasi Rumah Cilandak Capai Belasan Miliar
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, mengklarifikasi polemik status kepemilikan serta pembiayaan renovasi rumah di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, pada Senin (20/7/2026). Pihak Ruben membeberkan bahwa dana renovasi hunian tersebut murni berasal dari kliennya meski pengerjaannya dilakoni pihak keluarga mantan istrinya, Sarwendah.
Minola menjelaskan asal-usul perolehan aset tersebut yang diawali dari pembelian unit bangunan lama. Sertifikat kepemilikan pun sepenuhnya sudah terdaftar atas nama presenter ternama itu.
"Rumah tersebut dulu pertama kali dibeli oleh Ruben Onsu ketika masih terikat dalam perkawinan dengan S. Dulu rumah tua yang dibeli. Sertifikatnya juga sudah balik nama atas nama Ruben Onsu," kata Minola Sebayang, Kuasa Hukum Ruben Onsu.
Guna membiayai pemugaran hunian secara menyeluruh, sertifikat properti itu kemudian dijadikan jaminan ke lembaga perbankan untuk memperoleh pinjaman KPR. Ruben awalnya belum berniat merenovasi karena terkendala besarnya anggaran, namun proyek tetap berjalan atas permintaan pihak wanita.
"Sebenarnya Ruben tidak ingin buru-buru rumah itu langsung direnovasi. Karena kalau bicara renovasi, bicara masalah ongkos biaya yang tidak sedikit," ujar Minola Sebayang, Kuasa Hukum Ruben Onsu.
Proses pinjaman modal renovasi tersebut dikucurkan melalui skema agunan ke bank demi menutupi biaya pengerjaan yang membengkak.
"Untuk kepentingan renovasi tersebut, maka sertifikat rumah ini diagunkan ke bank, disekolahkan ke bank, di KPR-kan lagi ke bank. Agar ada biaya yang dipakai untuk melakukan perbaikan atau renovasi," jelas Minola Sebayang, Kuasa Hukum Ruben Onsu.
Minola membeberkan rincian aliran dana ke rekening kontraktor yang dipegang oleh ayah Sarwendah, Hendrik Lo. Total nilai transfer perbaikan tersebut melebihi nilai pinjaman awal dari bank.
"Ditransfer Rp250 juta, dan transferannya itu rutin, sebanyak 41 kali transferan. Total pembayaran yang dilakukan Ruben Onsu untuk perbaikan rumah tersebut mencapai Rp11.115.325.000 yang ditransfer ke rekening ini," ucap Minola Sebayang, Kuasa Hukum Ruben Onsu.
Selain menggelontorkan belasan miliar rupiah untuk proyek bangunan, Ruben tetap menanggung pembayaran cicilan bulanan hingga terjadi perselisihan belakangan ini.
"Ruben terus membayar KPR-nya sampai kemarin, per bulannya Rp379 juta, sampai Ruben memutuskan menunda pembayarannya," ungkap Minola Sebayang, Kuasa Hukum Ruben Onsu.
Penundaan pemicu kewajiban tersebut menimbulkan narasi bahwa aset tersebut terancam disita akibat kelalaian pembayar.
"Jadi kalau dikatakan sudah macet, akan dilelang, seolah klien kami tidak bertanggung jawab, ini sesuatu hal yang sangat menyedihkan sekali," imbuh Minola Sebayang, Kuasa Hukum Ruben Onsu.
Langkah membuka fakta finansial ini diambil agar anak-anak pasangan tersebut tidak menerima informasi keliru di masa depan mengenai hak historis bangunan tersebut.
"Ruben nggak mau anak-anaknya diinformasikan yang salah. Ruben khawatir kalau suatu saat sesuatu yang diusahakan oleh Ruben untuk anaknya itu dikatakan ini hasil mamanya sendiri," pungkas Minola Sebayang, Kuasa Hukum Ruben Onsu.
Isu lain menyangkut hengkangnya Sarwendah dari hunian Cilandak juga direspons oleh tim hukum Ruben. Kepindahan tersebut disinyalir berkaitan dengan ramainya aktivitas siaran langsung komersial hingga isu cicilan.
"Saya enggak tahu pastinya, tapi dari omongan-omongan kabar burung yang kami dengar memang seperti itu (Sarwendah tidak lagi tinggal di sana)," ujar Minola Sebayang, Kuasa Hukum Ruben Onsu.
Pihaknya menyentil sejumlah spekulasi yang memicu perhatian publik di media sosial.
"Kami kan nggak tahu persoalannya. Apakah benar, ya kalau benar kenapa? Tapi kalau misalnya dugaan ya mungkin saja karena rumah itu sekarang menjadi sorotan. Sorotan karena dipakai untuk live TikTok, sorotan karena mungkin adanya kredit macet yang mungkin terancam lelang," terangnya Minola Sebayang, Kuasa Hukum Ruben Onsu.
Minola turut mengklarifikasi insiden kedatangan petugas penagih utang yang sempat diberitakan membuat pihak mantan istri trauma. Menurutnya, klaim tersebut tidak sejalan dengan jangka waktu keterlambatan yang baru berjalan beberapa hari.
"Masa sih cicilan mobil Rp50 juta yang macet tiga hari itu Ruben menghindar? Padahal tiap bulan kami bayar ratusan juta. Mana aturan OJK yang macet tiga hari langsung didatangi debt collector? Itu pun alamat penagihannya bukan di Cilandak," tegas Minola Sebayang, Kuasa Hukum Ruben Onsu.
Pihak Ruben menilai ada upaya pembentukan narasi negatif terkait insiden keamanan di area dalam rumah.
"Patut diduga, ada apa ini? Masuk sampai ke dalam ruang tamu, ada CCTV-nya, lalu dibilang trauma. Ini kan framing," tambahnya Minola Sebayang, Kuasa Hukum Ruben Onsu.
Terkait penyelesaian hak atas aset Cilandak, Ruben memberi syarat apabila pihak mantan istri berniat menguasai penuh properti tersebut.
"Kalau S ingin memiliki rumah itu, dia harus bayar 50 persen dari nilai harga itu untuk menjadi bagian Ruben. Ruben nggak minta apa-apa, dia cicil selama ini, tapi sekarang tidak lagi dicicilkan karena dia sudah mulai kecewa," ungkap Minola Sebayang, Kuasa Hukum Ruben Onsu.
Kekecewaan Ruben dipicu oleh minimnya transparansi rincian pengeluaran nafkah anak hingga persoalan akses pembagian waktu bertemu.
"Ruben minta rincian, 'Ayo mana riilnya untuk anak-anak?'. Tidak dikasih. Malah ada uang sampah Rp9 juta. Ruben lelah, sana dibayar, situ dibayar, tapi rincian nggak ada, dan anak nggak pernah dikasih jadwal (bertemu)," kata Minola Sebayang, Kuasa Hukum Ruben Onsu.
Pihak Ruben meminta agar kesepakatan tertulis yang telah dibuat di hadapan notaris dipatuhi bersama.
"Janganlah bermain retorika. Ingat, ada Tuhan," tutup Minola Sebayang, Kuasa Hukum Ruben Onsu.
Seluruh fakta hukum dan bukti transfer pembayaran perbaikan rumah tersebut disampaikan untuk meluruskan kesimpangsiuran informasi yang berkembang di publik.