Ruben Onsu Siapkan Gugatan Hak Asuh Anak akibat Hambatan Pertemuan
Presenter Ruben Onsu kini sedang mematangkan persiapan gugatan ke pengadilan untuk mengurus hak asuh anak secara resmi akibat terhambatnya akses pertemuan dengan buah hatinya. Langkah hukum tersebut diambil untuk memutus ketidakpastian jadwal pertemuan dengan anak-anaknya yang dipicu oleh konflik rumah tangga bersama Sarwendah, Selasa (16/6/2026).
Kondisi psikis presenter berusia 42 tahun tersebut dilaporkan berada di titik jenuh dan kelelahan, sebagaimana dilansir dari Detik Hot. Kelelahan emosional ini timbul karena perannya sebagai ayah kandung dirasa mulai terpinggirkan dalam momen penting pertumbuhan anak.
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang menjelaskan bahwa kliennya sudah lama mengupayakan berbagai cara untuk mendapatkan waktu berkualitas bersama anak-anaknya. Namun, upaya komunikasi tersebut sering menghadapi kendala dari pihak lawan.
"Dari dulu juga sudah lelah. Ruben kan sudah berupaya berbagai macam cara untuk bisa bertemu dengan anaknya, tapi kan selalu diputar-putar gitu loh. Lempar sana lempar sini," kata Minola Sebayang, kuasa hukum Ruben Onsu.
Hambatan yang terus berulang ini memicu beban mental yang sangat berat bagi sang presenter. Minola Sebayang menambahkan bahwa rasa rindu kliennya kepada anak-anaknya sudah berada di tahap yang luar biasa mendalam.
"Sekangen-sekangen apa ya sulit untuk digambarkan. Sesuatu yang sudah tidak dapat digambarkan lagi kan berarti ini sudah luar biasa. Kangennya sudah gak ketolongan ini istilahnya orang sekarang. Begitulah dia," ujar Minola Sebayang, kuasa hukum Ruben Onsu.
Selain masalah pembatasan akses, pihak keluarga juga mengkhawatirkan kehadiran pihak luar di sekitar anak-anak yang kerap dipublikasikan melalui media sosial. Situasi tersebut dikhawatirkan dapat mengaburkan figur ayah kandung dalam lingkungan baru sang anak.
"Yang muncul justru foto-fotonya S dengan orang lain kan begitu ya, bersama dengan anak-anak. Sehingga kesannya, kesannya ingin mengganti, mengganti ayah kandungnya si anak-anak itu ke orang lain. Sementara orang lain itu juga belum memiliki ikatan apa pun. Jadi, inilah yang mungkin membuat Ruben lelah," tegas Minola Sebayang, kuasa hukum Ruben Onsu.
Keinginan Ruben Onsu saat ini adalah dapat mengasuh anak secara wajar tanpa prosedur yang rumit, seperti menjemput atau mengantar mereka sekolah. Tim hukum mengklaim bahwa keluhan serta pertanyaan mengenai kejelasan akses ini selalu disampaikan Ruben Onsu hampir setiap saat.
"Setiap saat dia sampaikan seperti itu. Dan itu sudah kita sampaikan berulang-ulang dalam pertemuan dengan kuasa hukumnya S. Kapan itu anak bisa ketemu dengan ayahnya? Kapan ayahnya bisa mengantar anaknya ke sekolah?" pungkas Minola Sebayang, kuasa hukum Ruben Onsu.
Pengajuan gugatan ke pengadilan diharapkan dapat menjadi solusi hukum agar jadwal berkumpul bersama anak memiliki jaminan tetap dan tidak terhambat lagi di masa depan.