Pemprov Sumbar Kumpulkan 1,6 Ton Rendang untuk Korban Gempa NTT
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengumpulkan lebih dari 1,6 ton rendang untuk membantu korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Bantuan ini dikemas secara seragam agar mudah dikirimkan dan didistribusikan ke lokasi bencana.
Bantuan rendang terkumpul melalui Pos Bantuan NTT yang berlokasi di Kantor BPBD Sumatera Barat. Pengumpulan dilakukan sejak pos bantuan dibuka sehari sebelumnya, dengan rendang yang berasal dari berbagai organisasi perangkat daerah hingga masyarakat umum.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi dijadwalkan menyerahkan bantuan secara langsung. Rendang dipilih karena makanan ini praktis dan memiliki daya tahan yang relatif lama, sesuai kebutuhan pangan dalam situasi darurat, sebagaimana dilansir dari Detik Food.
Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Erasukma Munaf, mengatakan target awal pengumpulan rendang adalah 1,5 ton, namun jumlahnya terus bertambah.
"Kalau dari rilis data yang kita terima hari ini, sudah mencapai 1,4 ton. Kemungkinan besok ada lagi yang masuk," ujar Erasukma.
Jumlah rendang yang masuk pada hari kedua pengumpulan sudah mencapai lebih dari 457 kilogram. Hingga Kamis malam, total bantuan mencapai 1.687,363 kilogram, atau sekitar 1,6 ton lebih, dengan potensi bertambah karena pengumpulan masih berlangsung.
Rendang yang terkumpul tidak langsung dikirim dalam kemasan aslinya. BPBD Sumbar melakukan pengemasan ulang agar seluruh bantuan memiliki bentuk kardus yang lebih seragam dan mudah didistribusikan.
"Karena rendang yang datang dalam bentuk kemasan berbeda-beda, jadi kami kemas lebih seragam," kata Ilham, petugas BPBD Sumbar.
Pengemasan ulang juga bertujuan menjaga rendang agar tetap tertata dan tidak mudah rusak selama pengiriman dengan pesawat kargo menuju NTT.
Sumatera Barat sudah berpengalaman mengirim rendang saat bencana, karena makanan khas Minangkabau ini dikenal awet dan siap saji sehingga praktis untuk korban bencana.