Rosan Roeslani Tunjuk Luke Thomas Mahony Jadi Dirut Danantara Sumberdaya

Share

CEO Danantara Rosan Roeslani menetapkan Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat (22/5/2026). Penunjukan ini dilansir dari Detik Finance didasarkan pada empat pertimbangan utama, termasuk rekam jejak kepemimpinan di perusahaan multinasional.

Thomas tercatat pernah mengemban tugas sebagai direktur di PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Selain memiliki kompetensi kepemimpinan internasional, warga negara Australia ini juga menguasai bahasa Indonesia karena memiliki istri yang berasal dari Indonesia.

Rosan menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek kompetensi sang direktur baru.

"Kita kan melihat banyak pertimbangan juga, ini kan lebih dari track record-nya juga dan dia kan sangat memahami juga pengamalan sebelumnya baik di perusahaan multinasional, di Vale, dan dia pun bisa bahasa Indonesia juga karena kebetulan istrinya memang orang Indonesia," jelas Rosan Roeslani kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/52026).

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM tersebut menambahkan bahwa Thomas mempunyai keahlian khusus di bidang perdagangan serta sektor pertambangan mineral.

"Pengalaman trading-nya ada, mineral ada, jadi pimpinan di banyak perusahaan mineral. Jadi, dan network-nya juga baik. Dan penting juga kita lihat selama ini di Danantara juga bekerjanya juga sangat-sangat baik," terang Rosan yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM.

PT Danantara Sumberdaya Indonesia sendiri dibentuk sebagai entitas usaha yang memegang kendali atas tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA). Langkah strategis ini menyusul penerbitan Peraturan Pemerintah mengenai tata kelola ekspor komoditas SDA lewat Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Regulasi tersebut dirancang demi memperketat pengawasan aktivitas ekspor sekaligus mengantisipasi manipulasi berupa under invoicing dan transfer pricing. Lewat aturan baru ini, komoditas penting seperti batu bara, minyak kelapa sawit, hingga fero alloy wajib disalurkan melalui BUMN yang telah ditunjuk.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan bahwa pembentukan DSI oleh BPI Danantara bertujuan memperkuat pengawasan devisa hasil ekspor (DHE). Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan validitas data niaga sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar melalui penguatan cadangan devisa negara.

"Terutama untuk menghindari dan menghilangkan trade misinvoicing, mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga nilai tukar dengan cadangan devisa yang lebih besar," ungkap Airlangga dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026).

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author