River Plate Samai Rekor Buruk Musim 1911 Usai Kalah dari Rosario Central

Share

Klub raksasa Argentina, River Plate, mencatatkan rekor kelam setelah menelan kekalahan 0-1 dari Rosario Central pada pekan ketiga Torneo Clausura di Stadion Monumental, Minggu (2/8/2026). Hasil minus tersebut menyamai racha lima kekalahan beruntun di kompetisi domestik yang belum pernah terjadi lagi sejak 1911. Kekalahan tuan rumah dipastikan lewat gol bunuh diri kapten tim Nicolás Otamendi pada menit ke-26 babak pertama.

Bek senior tersebut salah mengantisipasi umpan silang mendatar Jaminton Campaz dari sisi kiri hingga bola berbelok ke gawang Santiago Beltrán. Sebelum insiden gol bunuh diri, tim tamu sempat mencetak gol lewat serangan balik cepat Enzo Copetti, tetapi dianulir wasit karena offside. Rosario Central yang dilatih Eduardo Coudet berhasil mempertahankan keunggulan berkat penampilan solid pertahanan dan aksi kiper mantan pemain River Plate, Jeremías Ledesma.

Hasil ini menjadi kekalahan kelima beruntun skuad asuhan Eduardo Coudet di ajang resmi AFA. Catatan buruk tersebut dimulai dari kekalahan 2-3 dari Belgrano di final Torneo Apertura pada 24 Mei, disusul hasil 1-3 melawan Aldosivi yang menyingkirkan mereka dari Copa Argentina, serta kekalahan identik 0-1 dari Barracas Central, Gimnasia y Esgrima La Plata, dan Rosario Central.

Rekor lima kekalahan beruntun dalam kompetisi resmi ini menyamai catatan sejarah kelam klub pada 1911 silam. Saat itu, River Plate kalah berturut-turut dari Gimnasia de Buenos Aires (1-2), San Isidro (1-4), Racing Club (0-1), Alumni (0-3), dan Quilmes (1-5). Dalam era amatir, rekor kekalahan terpanjang sepanjang sejarah klub tercatat sebanyak 13 kekalahan beruntun pada rentang tahun 1905 hingga 1906 di Divisi Tiga dan Divisi Dua. Kekalahan berturut-turut atas Rosario Central ini juga memicu gelombang reaksi dan meme kritikan dari para pendukung River Plate di media sosial.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author