Dokter Ingatkan Risiko Cedera dan Gangguan Pencernaan dalam Kompetisi Hyrox
Dokter spesialis kedokteran olahraga mengingatkan masyarakat mengenai risiko gangguan kesehatan serius seperti heat stroke dan jantung kolaps dalam kompetisi kebugaran Hyrox Jakarta 2026 yang digelar di NICE PIK 2 baru-baru ini.
Kombinasi olahraga intensitas tinggi dan ketahanan fisik tanpa persiapan matang memicu banyak peserta tumbang di lapangan.
Dokter spesialis olahraga dr Antonius Andi Kurniawan, SpKO, SubspALK(K), selaku bagian tim medis Hyrox Race Jakarta, menyatakan fenomena FOMO membuat banyak orang mengabaikan kesiapan tubuh.
"FOMO (fear of missing out) boleh-boleh saja, tapi memang peserta itu benar benar harus persiapan, harus melakukan pelatihan yang tepat sebelum mengikuti Hyrox," kata dr Andi saat dihubungi detikcom pada Selasa (30/6/2026).
Ia menambahkan bahwa meskipun kompetisi diadakan di dalam ruangan dingin, risiko peningkatan suhu inti tubuh yang ekstrem tetap mengancam keselamatan peserta.
"Dari persepsi saya, meskipun itu kejadian di dalam ruangan, tetap saja risiko heat stroke itu ada. Kemarin ada beberapa kasus heat stroke atau heat-related ilness, di mana suhunya sangat tinggi," sambung dr Andi.
Sementara itu, dokter spesialis kesehatan olahraga dr Andhika Raspati, SpKO, turut memberikan peringatan mengenai bahaya bagi individu sedenter yang mendadak mengikuti ajang ini.
"Harus diingat bahwa Hyrox itu olahraga yang mengombinasikan antara ketahanan kardio dengan ketahanan otot. Gerakannya nggak cuma lari, tapi juga latihan beban," ujar dr Andhika di Jakarta.
Ia menegaskan bahwa memaksakan diri mengikuti kompetisi berat tanpa fondasi kebugaran yang kuat berpotensi memicu kegagalan fungsi organ vital secara tiba-tiba.
"Awalnya duduk mager doang, nonton TV, kemudian lihat 'Oh seru nih', langsung kompetisi? Kayaknya enggak deh," tegas dr Andhika.
Kondisi gangguan jantung yang tidak terdeteksi dapat memperburuk keadaan saat tubuh dipaksa melampaui batas kemampuannya.
"Kalau kardionya nggak siap atau ternyata punya gangguan jantung yang tidak disadari, lalu dipaksa ikut Hyrox, jantung bisa kumat (kolaps) di lapangan," tambah dr Andhika.
Ia pun menyarankan agar pemula memprioritaskan perbaikan sistem kardio, teknik angkat beban, dan stabilitas sendi secara bertahap sebelum mendaftar ke tingkat kompetisi.
"Bukan nggak boleh nyobain, tapi jangan langsung mikirin kompetisinya mau jadi juara. Benerin kardio, rapihin dulu. Dari segi kekuatan, teknik angkatnya, hingga stabilitas sendi mesti di-boost dulu," tandas dr Andhika.
Selain ancaman kardiovaskular, laporan dari CNN Indonesia menyoroti gangguan pencernaan berupa dorongan buang air besar mendadak atau 'cepirit' saat perlombaan akibat berkurangnya aliran darah ke lambung dan usus selama aktivitas intens.
Kompetisi kebugaran asal Jerman yang diciptakan oleh Christian Toetzke, Moritz Furste, dan Michael Trautmann pada 2017 ini menguji fisik peserta lewat delapan pos latihan fungsional yang diselingi lari masing-masing sejauh 1 kilometer.
Ajang Hyrox Jakarta 2026 ini juga diikuti oleh sejumlah selebritas seperti Luna Maya, Jennifer Bachdim, serta Cinta Laura yang berpasangan dengan Dea Feraldho di kategori Women’s Doubles.