Restoran Indonesia Tertua di Hong Kong Tutup Setelah 58 Tahun

Share

Indonesian Restaurant 1968, salah satu restoran Indonesia tertua di Hong Kong, resmi tutup permanen pada awal Juli 2026 setelah 58 tahun beroperasi di Central Hong Kong, memperkenalkan cita rasa Indonesia kepada warga setempat, dilansir dari Detik Food.

Restoran ini pertama kali dibuka pada 1968 di Yun Ping Road, Causeway Bay, dan berpindah beberapa kali sebelum menetap di Central pada 2023. Didirikan oleh pasangan Indonesia Chang Chian Lo dan Lee Thau Chen, usaha ini sempat hampir berhenti saat wabah SARS 2003 namun bertahan berkat dukungan ketiga putra mereka.

Menu andalan seperti sate, ayam goreng khas Indonesia, rendang sapi, nasi goreng, laksa, dan kari kambing menarik banyak pelanggan. Di kawasan Central yang terkenal mahal, restoran ini tetap menjaga harga ramah di kantong dan pernah menerima pengakuan Michelin Bib Gourmand dari 2011 hingga 2017.

"Dengan berat hati, kami mengambil keputusan sulit untuk menutup pintu restoran kami," tulis pihak restoran di Instagram.

Mereka menyebut kondisi usaha saat ini membuat mereka tidak bisa melanjutkan operasional, namun menegaskan penutupan ini sebagai jeda dan bukan akhir perjalanan mereka.

"Kami memilih untuk melihatnya sebagai jeda dalam perjalanan kami," ujar keluarga Chang.

Banyak pelanggan setia menyampaikan salam perpisahan dan harapan agar restoran kembali dibuka di Hong Kong.

"Restoran ini merupakan salah satu tempat makan khas Indonesia terbaik yang ada di Indonesia. Saya harap suatu saat nanti, restoran ini akan kembali dibuka di Hong Kong," tulis seorang netizen.

Netizen lain menambahkan, "Makanan di sini semuanya enak dan legendaris. Kami senang bisa menjadi pelanggan terakhir dan menikmati sepiring terakhir mie goreng yang masih hangat! Saya doakan yang terbaik untuk tim ini."

Restoran juga menyampaikan terima kasih kepada pelanggan, keluarga, dan staf yang telah mendukung selama 58 tahun. Hingga kini belum ada informasi apakah restoran akan buka kembali di lokasi lain.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author