Remaja Setrum Bocah di Taman Kramat Jakarta Pusat

Share

Dua remaja berusia 17 dan 16 tahun ditangkap aparat kepolisian setelah diduga melakukan aksi perundungan terhadap seorang bocah disabilitas berusia enam tahun berinisial MWP di Taman Kramat, Jakarta Pusat, hingga tak sadarkan diri akibat tersetrum tiang listrik pada Minggu (7/6).

Aksi kekerasan tersebut terungkap setelah orang tua korban memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian, menyusul penemuan anak mereka yang tergeletak dalam kondisi kritis di lapangan dekat rumah.

Dilansir dari Detikcom, korban sempat mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) akibat luka-luka yang dideritanya sebelum akhirnya pihak kepolisian mengamankan kedua pelaku.

Ibu korban, V (26), menjelaskan bahwa peristiwa tragis ini bermula saat sang anak meminta izin untuk bermain di area lapangan atau taman di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.

"Hari Minggu saya sedang berada di rumah. Dia meminta uang kepada saya, terus bilang mau main ke lapangan atau taman. Saya izinkan karena biasanya juga pulang ke rumah," kata V.

Kekhawatiran mulai muncul ketika korban tidak kunjung kembali ke rumah setelah satu jam berlalu, hingga seorang anak tetangga datang menyampaikan kabar mengenai kondisi korban.

"Ada anak kecil yang memberi tahu ke rumah saya. Katanya, 'Mama W****, W**** pingsan di lapangan'," ujarnya.

Mendengar kabar tersebut, V bergegas menuju lokasi dan menemukan putranya sudah dalam keadaan tidak berdaya dengan kondisi fisik yang memprihatinkan.

"Saya tidak tahu anak ini diapakan. Tiba-tiba sudah pingsan duluan begitu, tergeletak di lapangan dalam keadaan baju basah. Badannya semua ada warna biru begitu," tuturnya.

Pihak keluarga kemudian membawa korban ke rumah sakit, dan penanganan medis lebih lanjut harus dilakukan di ruang intensif karena kondisi korban yang sempat mengalami koma.

"Di RSCM dibawa ke ruang ICU. Dia sempat tidak sadar dari jam delapan malam sampai jam sepuluh malam. Sempat koma juga dia," katanya.

Kecurigaan mengenai adanya tindak kekerasan baru terkonfirmasi setelah keluarga berinisiatif memeriksa rekaman CCTV beberapa hari pascakejadian.

"Kalau saya tahunya saat melihat rekaman CCTV. Setelah hari Selasa kami lihat CCTV kejadiannya," ujar V.

Melihat tindakan kejam yang menimpa anaknya dalam rekaman tersebut, V mengaku sangat terpukul dan sempat berniat meminta penjelasan langsung kepada pihak pelaku.

"Saya menangis, sempat kesal juga. Sempat ingin ke rumah pelaku, cuma ditahan oleh keluarga," tuturnya.

Kemarahan yang sama juga dirasakan oleh ayah korban, B (29), yang memilih untuk menyerahkan sepenuhnya penyelesaian kasus ini kepada pihak yang berwajib demi mendapatkan keadilan.

"Ya pasti kesal, marah. Kita sebagai orang tua korban pasti marah. Tapi ya sudah, kami serahkan ke kepolisian dan minta keadilan," kata B.

B menambahkan bahwa meskipun putranya terlahir dengan keterbatasan fisik atau disabilitas, korban dikenal sebagai anak yang sangat aktif dan memiliki kepribadian yang ceria saat bergaul.

"Kalau awalnya memang aktif, suka bermain seperti anak-anak biasa. Memang dari lahir ada kekurangan, disabilitas, tapi aktif," ujarnya.

Berdasarkan rekaman kamera pengawas, kedua pelaku mengangkat tubuh korban lalu membawanya ke sebuah tiang listrik hingga korban tersengat aliran listrik.

Setelah sempat meninggalkan lokasi, kedua pelaku kembali lagi untuk menyeret tubuh korban menjauh dari tiang listrik tersebut sebelum akhirnya diamankan oleh petugas kepolisian.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author