Rans Entertainmen Bantah Isu Pencucian Uang Menjelang IPO di BEI

Share

PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) resmi membantah isu dugaan praktik pencucian uang yang beredar di media sosial menjelang pencatatan saham perdana perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (10/7/2026).

Dilansir dari Bloomberg Technoz, emiten berkode RANS ini melepas 2,52 miliar saham baru atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Lewat aksi korporasi dengan harga penawaran Rp170 per saham ini, perusahaan berhasil menghimpun dana segar mencapai Rp429,25 miliar.

Komisaris Utama RANS, Darwin Cyril Noerhadi memastikan bahwa seluruh proses penawaran umum perdana saham (IPO) telah berjalan sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI melalui pemeriksaan dokumen yang sangat ketat.

"Proses IPO itu melalui ketentuan dan aturan yang sangat baik. Dokumen yang diperiksa bisa mencapai ratusan halaman. Ada banyak tahapan yang harus dipenuhi sebelum perusahaan dapat melakukan pencatatan saham," kata Cyril saat konferensi pers IPO RANS di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Cyril menambahkan bahwa seluruh tahapan verifikasi dari regulator telah dipenuhi dengan baik, sehingga rumor yang berkembang di masyarakat tidak terbukti kebenarannya.

"Jadi, kalau mungkin tadi masalah pencucian uang, itu mungkin lebih kepada rumor yang ada daripada faktanya yang ada. Mungkin itu jawaban dari saya," kata Cyril.

Menurut Cyril, pertumbuhan valuasi RANS yang kini menembus angka lebih dari Rp2 triliun berjalan secara bertahap. Perkembangan ini didorong oleh ekspansi bisnis yang nyata, termasuk suntikan modal strategis dari PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) pada tahun 2021 silam.

"Makanya saya rasa IPO-nya RANS itu penting untuk menyampaikan apa yang terjadi di emiten ini secara fakta yang ada, mengikuti ketentuan baik dari Otoritas Jasa Keuangan dan BEI," kata Cyril.

Merespons penjelasan tersebut, Direktur Utama RANS Nagita Slavina Mariana Tengker memberikan apresiasi atas paparan objektif yang disampaikan oleh pihak komisaris utama mengenai rumor tersebut.

"Terima kasih atas klarifikasinya. Kalau itu datangnya dari saya dan Raffi mungkin rasanya kurang objektif," ujar Nagita.

Di sisi lain, laporan menunjukkan RANS memiliki tujuh entitas anak usaha di bidang restoran, promotor acara, klub olahraga digital, taman rekreasi, hingga jasa perdagangan yang tercatat belum beroperasi menjelang IPO ini. Perusahaan-perusahaan tersebut meliputi PT Rans Keluarga Bersama, PT Rans Olahraga Digital, PT Rans Karnaval Internasional, PT Rans Karnaval Indonesia, PT Rans Boga Indonesia, PT Manusia Masa Depan, dan PT Rans Surya Aktivasi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author