Raffi Ahmad Jalani Operasi Pengangkatan Benjolan di Bahu

Share

Selebritis Raffi Ahmad membagikan informasi mengenai tindakan medis yang baru saja ia jalani. Ia mengungkapkan bahwa operasi tersebut dilakukan untuk menangani benjolan yang tumbuh di area bahunya.

Kabar mengenai kondisi kesehatannya tersebut disampaikan langsung melalui media sosial. Tindakan pengangkatan benjolan ini menarik perhatian publik setelah dirinya memberikan penjelasan terkait gejala yang dialami.

"Beberapa waktu terakhir banyak yang bertanya tentang benjolan di area bahu saya. Dari hasil pemeriksaan, kemungkinan mengarah pada lipoma (penumpukan jaringan lemak), kista, atau benjolan jinak lainnya," tulis Raffi, dikutip dari akun Instagram pribadinya, Kamis (4/6/2026).

Benjolan yang tumbuh di bagian tubuhnya tersebut ternyata memiliki ukuran yang cukup dalam. Hal itu yang menjadi alasan diperlukannya penanganan medis secara intensif oleh tim dokter.

"Ukurannya sekitar 5-6 cm kedalam dan tentu perlu dipantau serta ditangani dengan baik sesuai arahan dokter," sambungnya.

Melalui momentum ini, suami dari Nagita Slavina tersebut turut memberikan pesan kepada para pengikutnya. Ia mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan tubuh.

Raffi juga mengingatkan kepada para followers atau pengikut akun media sosialnya untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai tindakan preventif.

Berdasarkan data medis yang dilansir dari Detik Health melalui laman Kementerian Kesehatan RI, lipoma merupakan kondisi pertumbuhan jaringan tertentu. Masalah ini ditandai dengan munculnya benjolan berisi lapisan lemak yang menumpuk secara bertahap di bawah kulit, tepatnya di antara kulit dan lapisan otot.

Kondisi ini dapat berkembang di berbagai area tubuh manusia. Penyakit ini kerap muncul di leher, punggung, bahu, lengan, hingga paha. Pada umumnya, benjolan lemak atau lipoma ini bisa dibilang memiliki pertumbuhan yang lambat di antara kulit dan lapisan otot.

Terdapat karakteristik fisik tertentu yang membedakan jenis benjolan ini dengan pertumbuhan jaringan lainnya. Lalu, apabila ditekan menggunakan jari secara perlahan, maka lipoma akan terasa lunak dan mudah digoyangkan.

Faktor Risiko dan Metode Penanganan

Secara medis, kondisi yang dialami ini tidak dikategorikan sebagai masalah kesehatan yang mematikan. Lipoma termasuk tumor jinak yang sering terjadi pada orang dewasa. Sering dialami orang berusia 40-60 tahun atau paruh baya. Saat benjolannya ditekan tidak menyebabkan rasa sakit.

Sebagian besar kasus menunjukkan bahwa pertumbuhan ini tidak memerlukan tindakan agresif jika ukurannya kecil. Hal ini karena tidak berbahaya dan tidak bersifat ganas. Akan tetapi, operasi pengangkatan lipoma bisa dilakukan jika tumor jinak ini tumbuh besar dan mulai menimbulkan rasa sakit.

Hingga saat ini, dunia kedokteran masih terus meneliti pemicu utama dari pertumbuhan jaringan lemak tersebut. Penyebab pasti munculnya tumor jinak ini belum diketahui pasti. Namun, beberapa faktor tertentu dapat meningkatkan risiko, di antaranya

  • Keturunan
  • Usia (40-60 tahun)
  • Mengidap penyakit tertentu seperti madeling, sindrom cowden, sindrom gardner, atau adiposis dolorosa

Langkah pembedahan menjadi solusi utama yang paling efektif untuk mengatasi keluhan ini. Cara yang paling sering dilakukan untuk menangani lipoma adalah operasi pengangkatan benjolan. Biasanya lipoma tidak akan tumbuh kembali setelah diangkat.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author