Putri Isnari Bersyukur Kolostrum Masih Keluar Setelah Tiga Bulan Melahirkan
Penyanyi dangdut Putri Isnari baru-baru ini membagikan pengalaman menyusuinya setelah melahirkan putra pertamanya, Muhammad Arjuna Devra Ajis yang akrab dipanggil Juna. Unggahan tersebut menarik perhatian karena ia mengungkapkan rasa syukurnya atas kondisi ASI miliknya. "Masya Allah, alhamdulillah sampai saat ini masih keluar ASI kolostrum buat Juna," tulis Putri Isnari dikutip dari akun Instagram @putriisnari3.
Pernyataan dari penyanyi yang melahirkan pada 30 Maret 2026 tersebut memicu pertanyaan dari banyak ibu mengenai durasi produksi kolostrum. Berdasarkan informasi yang dilansir dari HaiBunda, secara medis terdapat penjelasan khusus mengenai karakteristik cairan ini.
Kolostrum merupakan ASI pertama yang diproduksi oleh tubuh ibu sejak masa kehamilan, tepatnya mulai usia 12 hingga 18 minggu. Cairan yang diproduksi di kelenjar payudara ini sering disebut emas cair karena warnanya yang kuning keemasan serta kandungan nutrisinya yang sangat kaya.
Warna kuning tua hingga oranye keemasan pada kolostrum berasal dari kandungan beta karoten yang tinggi. Meski demikian, penampakan cairan ini juga bisa terlihat putih, bening, atau krem pada beberapa ibu dengan tekstur yang cenderung kental dan lengket. Komposisi kolostrum berbeda dengan ASI matang karena memiliki protein yang lebih tinggi serta kadar lemak dan gula yang lebih rendah. Cairan ini mengandung Imunoglobulin A (IgA), laktroferrin, leukosit, Epidermal Growth Factor (EGF), vitamin A, seng, magnesium, dan tembaga.
Manfaat Perlindungan bagi Bayi Baru Lahir
Kandungan nutrisi yang padat dalam kolostrum berfungsi sebagai perlindungan pertama bagi sistem imun bayi baru lahir yang masih berkembang. Cairan ini melapisi dinding usus untuk membangun saluran pencernaan yang sehat serta mencegah penyerapan bakteri berbahaya.
Selain itu, kolostrum memiliki efek pencahar alami yang membantu pengeluaran mekonium atau feses pertama bayi guna mengurangi risiko penyakit kuning. Karakteristik alirannya yang keluar secara perlahan juga membantu bayi belajar mengisap, menelan, dan bernapas secara bersamaan.
Fase Perubahan Menjadi ASI Matang
Dalam kondisi normal, tubuh ibu memproduksi kolostrum hingga sekitar lima hari setelah persalinan sebelum berubah menjadi ASI transisi. Perubahan ke ASI transisi ini biasanya ditandai dengan payudara yang terasa lebih penuh, kencang, dan sensitif.
Sekitar dua minggu pascamelahirkan, penurunan hormon progesteron setelah plasenta keluar akan memicu perkembangan ASI transisi menjadi ASI matang. ASI matang inilah yang kemudian menjadi sumber nutrisi utama bayi selama masa menyusui secara jangka panjang.
Penjelasan Medis Terkait Kolostrum Setelah Tiga Bulan
Secara medis, sejumlah kecil komponen kolostrum sebenarnya masih dapat ditemukan dalam ASI hingga sekitar enam minggu setelah melahirkan. Oleh karena itu, jika seorang ibu merasa masih mengeluarkan kolostrum setelah beberapa bulan, kemungkinan yang dimaksud adalah ASI yang mengandung sebagian komponen atau karakteristik mirip kolostrum.
Variasi warna, tekstur, dan komposisi ASI merupakan hal yang wajar dialami oleh setiap ibu menyusui. Jika kondisi ASI yang menguning atau kental tersebut disertai dengan rasa nyeri, perdarahan, atau gejala lain yang mengkhawatirkan, ibu disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau konsultan laktasi.