Purbaya Rayu Toyota Pindahkan Pabrik Utama ke Indonesia

Share

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membujuk produsen otomotif Toyota untuk memindahkan pusat manufaktur utamanya dari Thailand ke Indonesia pada Selasa (4/8/2026). Tawaran tersebut disampaikan Purbaya dalam ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show di Kabupaten Tangerang, seperti dilansir dari Detik Finance.

Pemerintah berjanji siap memfasilitasi berbagai jenis insentif yang diperlukan jika raksasa otomotif asal Jepang tersebut bersedia mengalihkan basis produksinya ke Tanah Air.

"Kita akan dukung Toyota juga, tapi bawa manufaktur utamamu dari Thailand ke Indonesia. I will give you every incentive that you want. Tapi dia nggak akan ngelakuin itu, sudah puluhan tahun nggak mau dia. Namanya juga usaha ya," ujar Purbaya, Menteri Keuangan.

Upaya meyakinkan investor luar negeri dibarengi dengan komitmen pemerintah dalam pembenahan iklim investasi nasional agar semakin kondusif.

"Tapi ke depan kalau Anda mau lagi saya akan kasih insentif banyak," beber Purbaya.

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya membagikan pengalamannya saat memfasilitasi masuknya investasi Hyundai kala bertugas di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Proses perizinan mulai dari impor barang hingga fasilitas perpajakan diselesaikan dalam waktu empat bulan hingga pelaksanaan pemancangan batu pertama.

"Saya bilang, saya dukung semua. Jadi sejak dia datang, sampai groundbreaking, cuma butuh 4 bulan, gratis lagi. Jadi semuanya perizinan semua diurus di kantor kami.

Hyundai hanya datang ke tempat kita. Kalau perlu izin apa, kita panggil BKPM-nya ke tempat kita," beber Purbaya.

Koordinasi antarlembaga pemerintah dilakukan secara langsung di kantornya guna mempercepat seluruh kebutuhan perizinan investor.

"Terus kalau izin impor barang, saya panggil Kementerian Perdagangannya ke tempat saya. Izin apa industri, saya panggil Kementerian Pajak, saya panggil Kementerian Keuangannya ke tempat saya," lanjut Purbaya menjelaskan.

Sektor otomotif dinilai memegang peranan strategis karena berkontribusi besar pada manufaktur nasional, menyerap 1,5 juta tenaga kerja, serta memiliki kapasitas produksi 2,2 juta kendaraan per tahun. Industri ini juga terhubung dengan sektor pendukung seperti baja, elektronik, kimia, logistik, dan keuangan.

"Dan kita akan menyediakan insentif yang cukup untuk Anda memindahkan fasilitas produksi dari Thailand ke Indonesia. Usaha namanya juga, ya? Boleh. Awas kalau nggak kita pajakin aja dia," seloroh Purbaya.

Insentif tambahan dijanjikan bagi para pelaku industri yang bersedia memboyong rantai pasok pendukungnya ke dalam negeri.

"Jadi, kalau Anda bisa bawa tadi industri-industri supporting Anda ke sini, saya akan kasih insentif cukup atau lebih," pungkas Purbaya membeberkan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author