Pupuk Kaltim Raih Penghargaan AREA 2026 Lewat Program Cendawan Juara
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali meraih penghargaan internasional Asia Responsible Enterprise Awards (AREA) 2026 pada kategori Social Empowerment berkat keberhasilan program pemberdayaan masyarakat. Prestasi dalam ajang internasional ini konsisten dipertahankan perusahaan untuk kedelapan kalinya sejak tahun 2019 atas komitmen penciptaan nilai bersama bagi lingkungan, sebagaimana dilansir dari Detik Finance pada Rabu (1/7/2026). Tahun ini perusahaan mengangkat program 'Cerdas Dalam Wirausaha Jamur Unggulan untuk Masyarakat Sejahtera' (Cendawan Juara) di Kelurahan Guntung, Kota Bontang, guna membangun kemandirian ekonomi melalui budidaya jamur yang terintegrasi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan kelembagaan lokal.
"Melalui Cendawan Juara, Pupuk Kaltim mendorong pendekatan ekonomi sirkular dalam membangun usaha masyarakat yang tidak hanya berorientasi ekonomi, tapi juga memberi manfaat nyata terhadap pelestarian lingkungan," ujar VP TJSL Pupuk Kaltim Rezha Abdillah, dalam keterangan tertulis, Rabu (1/7/2026).
Inisiatif jangka panjang yang berjalan sejak 2025 hingga rencana pendampingan tahun 2029 ini dirancang agar kelompok binaan dapat berkembang menjadi usaha mandiri dengan tata kelola yang baik. Program ini melibatkan 29 warga yang mayoritas berasal dari kelompok lanjut usia di Kelurahan Guntung demi meningkatkan partisipasi kelompok rentan dalam aktivitas ekonomi produktif keluarga.
Aktivitas yang dijalankan meliputi budidaya jamur, pemanfaatan limbah baglog sebagai pupuk kompos, hingga produksi pangan olahan berbasis jamur untuk meminimalkan limbah dan mengoptimalkan sumber daya. "Pendekatan tersebut menjadikan program tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian, namun juga menciptakan rantai nilai ekonomi dengan lebih luas," kata Rezha.
Pendampingan program melahirkan inovasi teknologi berupa drum jamur tiram yang mampu menampung 30-35 baglog dalam satu unit untuk efisiensi ruang dan menghasilkan produktivitas panen hingga 2 kilogram jamur per baglog selama masa produksi. Selain itu, limbah baglog yang diolah berhasil memproduksi 250-300 kilogram kompos matang dari setiap 500 unit limbah. "Pemanfaatan limbah ini juga menciptakan sumber pendapatan baru lewat penjualan kompos, maupun untuk mendukung kegiatan pertanian bagi masyarakat sekitar," terang Rezha.
Pada sektor hilir, kelompok binaan mengembangkan variasi olahan jamur bernilai tambah tinggi sebagai alternatif usaha untuk memperluas peluang pasar masyarakat.
"Pengembangan seluruh sektor usaha tersebut mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi masyarakat yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Inilah nilai utama yang terus kami bangun," kata Rezha. Pencapaian pada AREA 2026 merupakan bagian dari perjalanan panjang perusahaan dalam meningkatkan kualitas program pemberdayaan ekonomi dan sosial secara inklusif. "Melalui Cendawan Juara, Pupuk Kaltim ingin menunjukkan bahwa inovasi sosial yang dibangun bersama masyarakat dapat menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan, memperkuat ketahanan ekonomi lokal, serta menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan," pungkas Rezha.