Puan Maharani Pastikan Anggota DPR Lebih Khidmat Saat Sidang Tahunan

Share

Ketua DPR RI Puan Maharani memastikan anggota dewan akan lebih menjaga sikap serta fokus saat mengikuti Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/9/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Kepastian tersebut disampaikan untuk mengevaluasi pelaksanaan acara kenegaraan agar berlangsung secara khidmat. Puan menegaskan bahwa seluruh jajaran anggota dewan bakal melakukan introspeksi diri dalam momen resmi tersebut.

"Insyaallah nanti pada hari H kami semua akan tentu saja akan lebih introspeksi, lebih khidmat, akan lebih bisa menjaga diri kami untuk bisa lebih fokus dalam mengikuti acara kenegaraan tersebut," kata Puan.

Ia menilai ekspresi kegembiraan tetap diperbolehkan mengingat momen tersebut bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan Indonesia.

"Namun ya tentu saja ada saat bagaimana mengekspresikan diri dalam mengekspresikan bahwa ini adalah hari kemerdekaan ya tentu saja boleh dong kalau kemudian kami juga merasa gembira bahwa Indonesia alhamdulillah sudah merdeka 81 tahun," kata Puan.

Tindakan berjoget yang terjadi pada pelaksanaan tahun sebelumnya disebut Puan berlangsung secara spontan dari para anggota dewan sebagai wujud sukacita.

"Dalam menyambut hari kemerdekaan harusnya kan kita bisa menyambutnya dengan gembira ya. Waktu itu kan sebenarnya itu secara spontan itu kita karena memang merasa gembira," kata Puan.

Puan menambahkan bahwa para anggota dewan tetap mengikuti seluruh rangkaian acara dengan khidmat sewaktu Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato resmi.

"Hanya saat kemudian mendengarkan lagu di saat penyampaian pidatonya sudah selesai, ya itu karena spontan. Jadi tidak ada hal yang kemudian membuat kami sepertinya tidak menghargai, tidak menghormati dalam acara yang harusnya dilakukan secara khidmat atau resmi, karena memang acara resminya sudah selesai," kata Puan.

Langkah evaluasi juga dilakukan oleh pihak Sekretariat Jenderal DPD RI terkait pemutaran lagu yang dapat memicu aksi berjoget dalam ruang sidang.

Kepala Biro Protokol, Humas, dan Media Sekretariat Jenderal DPD RI Mahyu Darma mengonfirmasi adanya koreksi teknis terhadap pelaksanaan acara kenegaraan tersebut di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/8).

"Kami sudah mengevaluasi, mungkin tidak kita lakukan (lagu yang mengundang berjoget) gitu, sebenarnya, bukan ya, memang karena lagunya itu ya yang membawa," kata Mahyu Darma.

Pihaknya menyadari pentingnya pembenahan secara berkelanjutan demi menjaga ritme kerja lembaga untuk masyarakat.

"Tapi kami juga menyadari, dan kita terus-menerus evaluasi, karena semua pun akhirnya adalah ini semua kerja-kerja lembaga untuk rakyat," kata Mahyu Darma.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author