Puan Maharani Minta Pengganti Kepala BGN Segera Ditetapkan
Proses evaluasi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) memerlukan kepemimpinan yang sigap di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN). DPR RI mendorong pemerintah agar segera menetapkan sosok baru untuk mengisi posisi tertinggi di lembaga tersebut.
Ketua DPR RI Puan Maharani memberikan tanggapannya terkait pengunduran diri Nanik Sudaryati Deyang dari jabatan Kepala BGN. Seperti dilansir dari Detikcom, Puan berharap pejabat yang dipilih nantinya merupakan figur terbaik yang mampu memperbaiki kinerja lembaga.
"Yang terbaik untuk Indonesia, dah itu aja dulu. Belum tahu kan, baru menerima suratnya aja, saya belum tahu perkembangan selanjutnya, baru dengar berita ada suratnya pengunduran diri terkait masalah kesehatan. Jadi ya semoga penggantinya nanti terbaik untuk BGN," kata Puan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Sorotan terhadap efektivitas program strategis pemerintah menjadi alasan utama pentingnya pengisian posisi pimpinan secara cepat. Puan menginginkan adanya pembenahan menyeluruh dalam tata kelola program gizi nasional bagi anak-anak Indonesia.
"Bisa mengevaluasi dan memperbaiki kinerja dari BGN, saya yakin pasti nanti yang terbaik untuk evaluasi selanjutnya," ungkapnya.
Proses pemantauan terhadap dinamika internal BGN akan terus dilakukan oleh pihak legislatif. Langkah cepat dinilai sangat diperlukan mengingat berbagai agenda evaluasi sedang berjalan.
"Ya pasti karena kan sekarang dalam proses untuk mengevaluasi semua hal yang memang harus dievaluasi. Jadi secepatnya harusnya sudah ada penggantinya," ujar dia.
Selain itu, Puan juga menyinggung peranan Dewan Pengawas BGN dalam mengawal seluruh kebijakan lembaga agar berorientasi pada kemanfaatan publik.
"Kita lihat aja, yang paling penting adalah ya bagaimana nantinya BGN bisa memperbaiki kinerjanya sehingga program ini memang bisa berjalan lebih baik dari yang seperti kita harapkan untuk anak-anak Indonesia," imbuhnya.
Pengunduran diri Nanik S Deyang dari jabatan Kepala BGN terkonfirmasi akibat kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan medis spesifik.
"Hari ini, 22 Juli 2026, Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung. Beliau juga mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," kata Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, di akun Instagram, Rabu (22/7/2026).