PT Dirgantara Indonesia Fokus Kolaborasi Global Sesuai Arahan Presiden

Share

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) kini memprioritaskan strategi kemitraan dengan pelaku industri penerbangan dunia untuk mengembangkan sektor aeronautika nasional. Langkah strategis tersebut diambil sebagai tindak lanjut atas arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto, dilansir dari Detik Finance.

Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, memberikan tanggapan terkait kabar rencana penjualan perusahaan kedirgantaraan pelat merah tersebut ke pihak asing yang sebelumnya sempat mengemuka. Menurutnya, Kepala Negara memberikan dukungan penuh bagi kemajuan industri penerbangan dalam negeri dengan mendorong jalinan kerja sama global.

"Bapak Presiden itu sangat mendukung perkembangan PTDI. Bapak Presiden tentunya menyarankan agar, karena pelaku global industri kan, aeronautika kan banyak, kita berkolaborasi. Jadi kita membangun strategi kolaborasi," sebut Gita saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026).

Instruksi tersebut kemudian diimplementasikan oleh manajemen PTDI dalam setiap proses pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) udara. Perusahaan berupaya mengoptimalkan nilai tambah bagi industri pertahanan domestik melalui kesepakatan timbal balik serta kemitraan taktis.

"Arahan khususnya kan sebetulnya di banyak pengadaan alutsista udara, kita harus bisa mendapatkan benefit yang maksimal, itu yang kita kerjakan. Itu yang PTDI selalu kerjakan, baik melalui offset ataupun industrial collaboration agreement, supaya mendapatkan manfaat yang maksimum bagi industri pertahanan kita," terang Gita.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan adanya indikasi rencana pelepasan beberapa badan usaha milik negara (BUMN) strategis kepada pihak luar. Rencana pengalihan kepemilikan tersebut akhirnya batal terlaksana setelah dirinya menyatakan penolakan keras.

Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk mempertahankan sekaligus memulihkan kondisi finansial serta operasional korporasi milik negara agar mampu berkompetisi di kancah internasional. Selain sektor kedirgantaraan, korporasi pertahanan lain yang hampir dialihkan kepemilikannya meliputi PT PAL (Persero) dan PT Pindad (Persero).

"Banyak sekali perusahaan yang seolah tadinya mau dijual, tadinya mau dijual ke asing. Saya larang! Tadinya industri pertahanan mau dijual!

PT PAL mau dijual, PT Pindad mau dijual, PTDI dibunuh dan mau dijual. Kita bangkitkan! Sekarang kita akan bangkitkan semua perusahaan-perusahaan itu," ujar Prabowo dalam pidatonya yang dipantau secara daring melalui YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (10/7/2026).

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author