PSSI Kaji Perubahan Format Turnamen Piala Presiden untuk Timnas
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengkaji wacana alih fungsi turnamen Piala Presiden menjadi ajang khusus pengembangan Tim Nasional Indonesia, menyusul pembentukan kompetisi baru berupa Piala Liga oleh klub-klub profesional.
Rencana perubahan skema tersebut diungkapkan usai pelaksanaan Kongres PSSI di Jakarta pada Senin, 3 Agustus 2026, yang juga bertepatan dengan momentum penyelenggaraan babak semifinal Piala Presiden 2026 di Gianyar, Bali.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menjelaskan bahwa hadirnya Piala Liga membuat turnamen pra-musim ini perlu disesuaikan agar tidak lagi berorientasi pada kompetisi antar-klub profesional.
"Kalau teman-teman ingat juga, Piala Presiden yang pertama dibuka di Bali waktu itu. Dan hari ini Piala Presiden ke-8 itu ada di Bali lagi," kata Erick Thohir.
Penunjukan Bali sebagai lokasi semifinal edisi kedelapan ini bernilai historis karena menjadi tempat pembukaan turnamen pertama pada 2015. Fase semifinal tahun ini mempertemukan duel klasik Persib Bandung melawan Persija Jakarta serta derbi Jawa Timur antara Persebaya Surabaya dan Arema FC.
Erick menambahkan bahwa keputusan perubahan format turnamen tersebut telah dibahas bersama jajaran pengurus dalam rapat internal organisasi.
"Kami sudah bicara tadi di kongres, Piala Presiden berikutnya, karena memang klub-klub sudah juga melahirkan yang namanya Piala Liga. Tentu Piala Presiden tahun depan tidak lagi untuk klub. Kita akan coba bagaimana Piala Presiden ini malah kita kembangkan untuk pengembangan tim nasional kita," ujar Erick.
Edisi 2026 diikuti delapan kontestan, meliputi lima klub domestik yaitu Arema FC, Persija Jakarta, Persib Bandung, Persebaya Surabaya, dan PSMS Medan, serta tiga tim undangan Asia Tenggara yaitu DPMM FC dari Brunei Darussalam, Tampines Rovers dari Singapura, dan Port FC dari Thailand.