Paris Saint-Germain Ungguli Liverpool dalam Perburuan Yan Diomande

Share

Paris Saint-Germain kini memimpin perburuan untuk mengamankan tanda tangan penyerang sayap RB Leipzig Yan Diomande, mengungguli Liverpool yang memproyeksikan pemain berusia 19 tahun itu sebagai penerus Mohamed Salah.

Persaingan sengit antara raksasa Prancis dan Inggris ini memanas setelah manajemen Merseyside Merah membuka komunikasi dengan RB Leipzig pada Kamis, 4 Juni 2026, demi mempercepat proses transfer sebelum Piala Dunia dimulai.

Pakar transfer Fabrizio Romano mengonfirmasi ketatnya negosiasi yang melibatkan kedua klub raksasa Eropa tersebut dalam memperebutkan talenta muda asal Pantai Gading itu.

"Liverpool are in negotiations. They are on it, for sure. PSG are also speaking with the player's camp. The battle is on." kata Fabrizio Romano.

Agen sang penyerang sayap ingin proses negosiasi diselesaikan secepat mungkin agar kliennya dapat tampil di turnamen internasional tanpa beban pikiran mengenai masa depan klubnya.

"I can tell you the preference on the player side is to do the deal fast before the start of the World Cup so Diomande can go to the World Cup without thinking. They will try to accelerate the deal before the World Cup." ujar Fabrizio Romano.

Durasi dan keberhasilan negosiasi ini akan sangat bergantung pada restu serta sikap keras dari manajemen Die Roten Bullen yang dikenal tidak mudah melepas pemain bintangnya.

"It will depend on Leipzig. It is never easy to negotiate with them but Liverpool and PSG are both working on it." tutur Fabrizio Romano.

Di sisi lain, Diomande sempat memberikan tanggapan mengenai rumor kepindahannya ke sejumlah klub papan atas Eropa pada bulan lalu.

"Imagine people say you go to Chelsea or Real Madrid (as examples of big clubs) to do this job … you’re going to be happy and motivated to do more." kata Yan Diomande.

Pemain kelahiran 2006 ini menyatakan bahwa fokus utamanya saat ini adalah memberikan performa terbaik di atas lapangan hijau daripada memikirkan rumor transfer.

"I don’t think about it too much because my focus is on the pitch, my job is playing football, that takes care of everything, but it gives me a lot of motivation to see people talking about me." ucap Yan Diomande.

Meskipun mendapat minat yang sangat besar dari Liga Premier, pemain berusia 19 tahun ini tidak menyembunyikan keinginannya untuk kembali ke Prancis, dengan menyebut ikatan keluarga sebagai alasan utama kesetiaannya.

"Masa depanku? Aku punya tim yang mengurus hal itu," kata Diomande.

Pemain yang mencatatkan 118 dribel sukses di Bundesliga musim lalu itu mengaku sudah menyukai klub ibu kota Prancis tersebut sejak masa kecilnya.

"Aku berusaha tetap fokus sebisa mungkin. Aku sudah menyukai PSG sejak kecil. Aku pikir ayahku adalah pendukung PSG. Tapi aku tidak memikirkan masa depan, aku tetap fokus pada Piala Dunia. Kita lihat saja apa yang terjadi setelah itu." kata Yan Diomande.

Penyerang sayap ini juga sempat melayani wawancara dengan media Prancis, Le Parisien, minggu ini terkait keterikatannya dengan Paris Saint-Germain.

"My future? I have a team that takes care of that. I try to stay as focused as possible. I've loved PSG since I was little. I think my father was a PSG supporter. But I'm not thinking about the future, I'm staying focused on the World Cup. We'll see what happens after that." kata Yan Diomande.

Langkah agresif memburu Diomande dipicu oleh situasi darurat di Anfield setelah pemecatan mengejutkan pelatih Arne Slot pada Sabtu, 30 Mei 2026, serta kepastian hengkangnya Mohamed Salah, Andy Robertson, dan Ibrahima Konate. Berdasarkan informasi dari Tribuna yang dilansir Detik Sport, Salah dan Robertson habis kontrak di akhir Juni ini, sementara Konate dilaporkan hampir menyelesaikan kepindahan ke Real Madrid sebagai pemain bebas transfer.

Direktur Olahraga Liverpool Richard Hughes dilaporkan tengah menyiapkan tawaran sekitar 87 juta Poundsterling untuk Diomande yang memiliki lonjakan nilai pasar dari 1,5 juta euro menjadi 90 juta euro setelah membukukan 13 gol dan 10 asis dalam 36 laga, meskipun Leipzig dikabarkan hanya akan bernegosiasi jika ada tawaran mendekati 100 juta Euro atau mematok harga di atas 130 juta euro.

Selain Diomande, Liverpool juga mengincar Mickey van de Ven dari Tottenham dan Bradley Barcola dari PSG, serta bersiap melakukan pembicaraan formal pekan ini untuk menunjuk Andoni Iraola sebagai manajer baru setelah kesuksesannya membawa Bournemouth finis di peringkat keenam Premier League.

Di tengah rencana belanja besar tersebut, manajemen Liverpool didukung CEO Fenway Sports Group Michael Edwards mengambil keputusan mengejutkan untuk menunda kepulangan bek muda Jarell Quansah dari Bayer Leverkusen hingga 2027 demi mengaktifkan klausul pembelian kembali yang lebih rendah sebesar 60 juta Euro dibandingkan harga opsi 2026 sebesar 80 juta Euro.

Situasi ini menambah tekanan bagi Liverpool yang pada musim panas 2025 telah menghabiskan 481 juta Euro untuk enam pemain baru termasuk Alexander Isak namun mengakhiri musim 2025/26 tanpa trofi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author