Lembaga Global Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5 Persen pada 2026

Share

Sejumlah lembaga ekonomi global memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5 persen pada tahun 2026, seperti dilansir dari Detik Finance. Terdapat tiga institusi internasional yang telah merilis estimasi tersebut, yaitu Bank Dunia, Dana Moneter Internasional (IMF), dan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). Proyeksi ini berbeda dengan target pemerintah terdahulu yang membidik pertumbuhan ekonomi nasional mampu menyentuh angka 6 persen pada 2026.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa target 6 persen tersebut sebenarnya tidak akan terlalu sulit untuk direalisasikan melalui sejumlah langkah strategis.

Strategi utama pemerintah meliputi akselerasi penyerapan anggaran di awal tahun serta perbaikan iklim usaha guna memulihkan kepercayaan investor asing maupun domestik. Langkah pemulihan tersebut dilakukan dengan menyelesaikan berbagai hambatan investasi atau debottlenecking yang selama ini terjadi di lapangan.

"Tahun 2026, harusnya pertumbuhan 6% seperti yang saya bilang sebelum-sebelumnya tidak terlalu sulit tercapai," ujar Purbaya saat konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (31/12/2025). Bank Dunia lewat laporan Indonesia Economic Prospects edisi Juni 2026 memprediksi produk domestik bruto Indonesia melambat ke level 5 persen akibat tekanan ekspor dan investasi.

"Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan melambat menjadi 5% pada 2026 seiring tekanan eksternal yang membebani investasi dan ekspor, sebelum kembali menguat ke level 5,2% pada periode 2027-2028," tulis Bank Dunia dalam laporannya dikutip, Senin (13/7/2026). Performa kuartal I yang sempat membaik dipicu oleh percepatan belanja pemerintah, namun Bank Dunia menegaskan hal itu bukan karena berkurangnya risiko eksternal global. Konsumsi swasta diperkirakan tetap tumbuh stabil di angka 5 persen dengan sokongan stimulus fiskal, sementara konsumsi pemerintah melonjak hingga 8,7 persen.

Bank Dunia mengingatkan adanya risiko jangka pendek dari ketergantungan pada belanja negara ini karena keterbatasan ruang fiskal dan beban subsidi yang membengkak.

Konflik Timur Tengah diprediksi menahan harga minyak mentah Brent di level US$ 94 per barel, atau US$ 24 lebih tinggi dari asumsi APBN 2026. Kondisi moneter dunia diproyeksikan tetap ketat dengan imbal hasil obligasi serta premi risiko yang tinggi, diikuti melemahnya permintaan pasar eksternal.

Estimasi Pertumbuhan Ekonomi dari IMF dan OECD

Melalui laporan World Economic Outlook Update edisi Juni 2026, IMF juga mematok pertumbuhan ekonomi Indonesia di angka 5 persen untuk tahun 2026.

IMF menyebutkan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah menjadi pemicu utama terjadinya perlambatan laju perekonomian di tingkat global. "Pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan mencapai 3% pada 2026 dan 3,4% pada 2027, lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan sebesar 3,5% pada periode 2024-2025," tulis laporan IMF.

Inflasi dunia diproyeksikan naik dari 4,1 persen pada 2025 menjadi 4,7 persen pada 2026, memperlihatkan tren penurunan inflasi global yang mulai tertahan. Sementara itu, OECD Economic Outlook mengeluarkan estimasi yang lebih rendah dengan memproyeksikan PDB Indonesia hanya tumbuh 4,7 persen pada 2026.

"Produk domestik bruto (PDB) riil diproyeksikan tumbuh sebesar 4,7% pada 2026 dan kemudian meningkat menjadi 5,0% pada 2027," tulis laporan tersebut. Tekanan biaya energi, pelemahan pasar tenaga kerja, serta ketidakpastian kebijakan dinilai menjadi faktor penekan konsumsi domestik dan investasi. OECD memproyeksikan inflasi dalam negeri naik ke 3,4 persen pada 2026 seiring transmisi harga energi global ke pasar domestik.

Kebijakan moneter diperkirakan bertahan hingga akhir 2026, di mana pembekuan harga BBM diterapkan guna meredam dampak rambatan inflasi.

Sektor fiskal akan tetap menopang ekonomi lewat subsidi energi dan program makan bergizi gratis, yang diimbangi kenaikan pajak serta efisiensi anggaran belanja lain.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author