Program MBG Dorong Penjualan Suzuki New Carry Tembus 19 Ribu Unit
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah memberikan dampak positif terhadap lonjakan penjualan kendaraan komersial Suzuki New Carry di Indonesia, sebagaimana dilaporkan oleh PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) dalam pameran GIIAS 2026.
Model kendaraan niaga tersebut terus mempertahankan posisinya sebagai tulang punggung utama penjualan lini produk Suzuki di pasar otomotif tanah air, sebagaimana dilansir dari Detik Oto.
Data penjualan PT SIS mencatat bahwa sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, New Carry berhasil terdistribusi sebanyak 19.511 unit. Hasil ini melampaui pencapaian model passenger car seperti Suzuki XL7 yang mencatatkan 6,353 unit dan Fronx di angka 6.065 unit.
"New Carry Masih jadi backbone kita, New Carry masih menguasai market Suzuki.Periode Januari-Juni 2026 New Carry kita mencapai 19,511 unit.Suzuki XL7 diangka 6,353 unit. Fronx sendiri diangka 6,065 unit," kata Dept. Head of 4W Sales PT SIS, Randy R. Murdoko.
Produsen otomotif ini juga memastikan bahwa keikutsertaan mereka dalam mendukung pengadaan armada untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaras dengan kepatuhan regulasi investasi pabrik lokal.
"Apa karena ada program pemerintahan? Iya, betul.Tapi kita tentu terlepas dari proyek MBG juga kan, kita Suzuki secara investasi kita punya pabrik di sini (Indonesia). Jadi memang kita pasti selalu mengikuti semua regulasi dari pemerintah. Salah satunya adalah Suzuki men-support untuk pengadaan di SPPG.Dan alhamdulillah demand-nya sangat-sangat baik," ujar Randy.
Meskipun kontribusi program MBG sudah berlangsung sejak tahun 2025, pihak manajemen Suzuki belum memaparkan secara mendetail angka persentase kenaikan spesifiknya.
"Dari 2025 kayaknya ya sampai sekarang masih berlanjut.Jadi salah satu kontributor New Carry adalah MBG," Randy menambahkan.
Menghadapi potensi penyesuaian pasar ketika program pemerintah tersebut berakhir kelak, Suzuki mengantisipasi dinamika tersebut dengan strategi penguatan segmen konsumen pengusaha lokal.
"Nah, cocok.Boleh nih sekalian ngobrol.Jadi kita tahu bahwa proyek ini kan memang tidak selamanya dari pemerintah.Dengan segala dinamika dan progresnya pasti ada perubahan," kata Randy.
Memasuki paruh kedua tahun ini, fokus perusahaan diprioritaskan untuk mengembalikan porsi pemasaran kendaraan komersial secara lebih merata ke berbagai wilayah.
"Nah, di semester 2 ini kita juga kembali fokus, Karena kalau kita lihat, setahun kebelakangan MBG ini cukup menyita banyak effort di dealer kita juga.Jadi kita sibuk untuk memenuhi semua pengadaan di daerah untuk MBG.Jadi memang yang kita ingin lakukan di semester 2 ini adalah bagaimana j atau meningkatkan awareness dari si New Carry ini sendiri," Randy menambahkan.
Langkah promosi terpadu disiapkan melalui berbagai lini pemasaran, mulai dari kampanye digital hingga aktivitas branding secara langsung di tingkat daerah.
"Jadi kalau teman-teman lihat, kita baru saja akan mulai.Jadi kita akan banyak promosi, placement, branding.Tidak cuma digital, tidak cuma ATL, tapi BTL juga.Kita akan meningkatkan kembali mungkin teman-teman nanti bapak ibu akan banyak melihat event-event kita di daerah.Jadi kita akan menghidupkan kembali," kata Randy.
Peningkatan kapasitas distribusi dan promosi berskala besar di luar wilayah Jakarta menjadi agenda prioritas Suzuki dalam menjaga konsistensi pangsa pasar kendaraan komersialnya.
"Terus terang betul kemarin, kami cukup dibikin sibuk dengan banyaknya order MBG. Produksi juga sampai kurang. Jadi alhamdulillah sekali lagi.
Tapi ke depannya kita akan fokuskan, kita akan promosikan besar-besaran untuk New Carry. Dan karena ini komersial, jadi tidak cuma di Jakarta. Kita akan fokuskan banyak juga di daerah-daerah.
Kita akan lakukan banyak roadshow, kita akan lakukan banyak gathering ke semua konsumen kita. Fokus kita kembali meningkatkan branding dan awareness dari New Carry," tutup Randy.