Produsen Minyak Timur Tengah Obral Pasokan Pascakonflik Teluk

Share

Produsen minyak di kawasan Timur Tengah dilaporkan terdesak untuk segera menjual pasokan minyak mentah yang sempat menumpuk selama konflik Teluk Persia baru-baru ini, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz pada Minggu (5/7/2026). CEO TotalEnergies SE, Patrick Pouyanné, menyampaikan bahwa situasi penumpukan tersebut berbanding terbalik dengan pasokan bensin dan solar global yang masih sangat terbatas akibat kecemasan terhadap jalur pengiriman barang. Keterbatasan pasokan bahan bakar tersebut memicu fenomena unik di pasar energi global, di mana harga komoditas olahan dinilai tidak mencerminkan nilai minyak mentah yang sebenarnya. Bensin dan solar terpantau masih diperdagangkan pada level tinggi, setara dengan kondisi saat harga minyak mentah berada di kisaran US$95 hingga US$100 per barel.

Padahal, harga minyak mentah jenis Brent sendiri sudah mengalami penurunan yang cukup signifikan dan diperdagangkan di kisaran US$72 per barel pada hari Jumat lalu.

Menurut Pouyanné, ketidakseimbangan yang terjadi di pasar global saat ini diperkirakan masih akan terus berlangsung dalam beberapa bulan ke depan sebelum akhirnya mencapai titik stabil yang baru. "Produsen di Timur Tengah telah menumpuk persediaan yang begitu besar, sehingga mereka kini putus asa menjual minyak mereka," kata Patrick Pouyanné, CEO TotalEnergies SE.

Diperlukan waktu sekitar tiga hingga empat bulan agar pemulihan keseimbangan pasar energi dunia dapat sepenuhnya terealisasi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author