Produksi Minyak OPEC Melonjak Pasca Kesepakatan Damai AS-Iran

Share

Produksi minyak mentah negara-negara anggota OPEC melonjak signifikan pada Juni 2026 setelah produsen di kawasan Teluk Persia meningkatkan kembali ekspor mereka melalui Selat Hormuz. Lonjakan ini terjadi menyusul tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz.

Berdasarkan survei Bloomberg, pasokan dari Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) tersebut meningkat sebanyak 2,34 juta barel per hari menjadi total 18,75 juta barel per hari. Lonjakan pasokan terbesar dilaporkan berasal dari Kuwait, Arab Saudi, dan Iran, meskipun angka tersebut secara keseluruhan masih berada di bawah level sebelum terjadinya konflik.

Pemulihan pengiriman minyak Arab Saudi kini telah mencapai sekitar 90 persen dari tingkat normal menurut data pelacakan kapal tanker. Kelancaran arus pelayaran ini terjadi setelah tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang membuka kembali jalur Selat Hormuz secara aman bagi kapal-kapal komersial.

Namun, peningkatan pasokan ini bertepatan dengan melemahnya permintaan bahan bakar di China selaku konsumen minyak terbesar di dunia. Kondisi tersebut memicu surplus pasokan di pasar global dan menghapus kenaikan harga minyak yang sebelumnya terjadi akibat perang, dengan kontrak berjangka minyak Brent kini diperdagangkan di kisaran US$72 per barel.

Secara keseluruhan, total produksi OPEC pada Juni 2026 tercatat masih 28 persen lebih rendah dibandingkan posisi Februari, setelah disesuaikan dengan keluarnya Uni Emirat Arab (UEA) dari keanggotaan pada Mei lalu. UEA memutuskan keluar untuk mendapatkan keleluasaan dalam menaikkan produksi pascastabilnya jalur Selat Hormuz, sementara Irak sempat mengancam akan mengambil langkah serupa jika tidak mendapat tambahan kuota.

Aliansi OPEC+ yang mencakup Rusia dijadwalkan menggelar pertemuan daring pada Minggu untuk membahas batas produksi bulan berikutnya. Delegasi memperkirakan adanya kenaikan kuota produksi sebesar 188.000 barel per hari untuk bulan Agustus mendatang.

Kuwait mencatatkan pemulihan tertinggi dengan kenaikan produksi sebesar 870.000 barel per hari menjadi 1,36 juta barel per hari. Arab Saudi menyusul dengan tambahan 550.000 barel per hari, sedangkan Iran meningkatkan produksinya sebesar 510.000 barel per hari di tengah kendala penumpukan stok akibat kesulitan mencari pembeli.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author