Produksi Minyak Mentah OPEC Anjlok Akibat Blokade AS Terhadap Iran

Share

Produksi minyak mentah negara-negara anggota OPEC dilaporkan merosot tajam pada Mei 2026 hingga menyentuh level terendah dalam setidaknya 37 tahun terakhir. Penurunan signifikan ini dipicu oleh ketegangan geopolitik di Teluk Persia serta blokade ketat Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran yang membatasi pasokan global.

Pasokan dari 11 anggota aktif organisasi tersebut menyusut sebesar 1,22 juta barel per hari menjadi rata-rata 16,33 juta barel per hari, dilansir dari Bloombergtechnoz berdasarkan survei Bloomberg. Angka total ini sudah tidak lagi memperhitungkan produksi Uni Emirat Arab (UEA) yang secara resmi telah keluar dari keanggotaan OPEC sejak bulan lalu.

Konflik bersenjata antara aliansi AS-Israel dan Iran menjadi penyebab utama terhambatnya arus minyak dari Timur Tengah karena penutupan sebagian jalur vital Selat Hormuz. Kondisi ini memaksa sejumlah produsen besar seperti Arab Saudi, Irak, Kuwait, dan UEA untuk memangkas output mereka secara drastis sejak pertengahan April.

Volume produksi minyak Iran sendiri anjlok sebanyak 710.000 barel per hari hingga menyisakan 2,34 juta barel per hari, yang menjadi catatan terendah mereka dalam lima tahun terakhir. Komando Pusat AS mengonfirmasi bahwa pasukan militer mereka telah mengalihkan rute 127 kapal komersial demi menegakkan blokade maritim penuh terhadap wilayah pelabuhan Iran.

Kuwait menempati urutan kedua dalam daftar penurunan terbesar dengan pengurangan sebesar 310.000 barel per hari, sehingga produksinya menyusut menjadi 490.000 barel per hari. Sementara itu, Arab Saudi selaku pemimpin kartel minyak ini juga mengurangi pasokannya sebesar 240.000 barel per hari ke tingkat 6,57 juta barel per hari.

Meskipun terjadi penghentian operasional yang meluas di lapangan, aliansi OPEC+ tetap berencana menaikkan kuota produksi mereka secara bertahap di atas kertas untuk melanjutkan pemulihan pasokan jangka panjang. Tiga orang delegasi OPEC+ menyatakan bahwa negara-negara anggota utama diperkirakan akan menaikkan target produksi sebesar 188.000 barel per hari untuk bulan Juli mendatang.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author