Pengadilan Singapura Vonis Pria Enam Tahun Penjara Terkait Kasus Penipuan Fetish
Seorang pria berusia 36 tahun bernama Chew dijatuhi hukuman penjara selama 6 tahun 1 bulan oleh pengadilan Singapura setelah terbukti menipu puluhan siswa sekolah menengah pertama (SMP) demi memuaskan fetish seksualnya. Tindakan ilegal yang menyasar remaja laki-laki berusia 13 hingga 15 tahun tersebut dilakukan pelaku dengan modus menyamar sebagai teman masa kecil korban. Hukuman tersebut diberikan setelah Chew mengaku bersalah atas 11 dakwaan yang meliputi penyamaran, komunikasi seksual dengan anak di bawah umur, serta pemberian obat pencahar secara ilegal, sementara 17 dakwaan lain turut dipertimbangkan hakim.
Aksi kejahatan ini berlangsung selama lima tahun sejak tahun 2018 hingga 2023, seperti dilansir dari Detik Health. Dalam melancarkan aksinya, Chew menghubungi para korban melalui pesan WhatsApp dan berpura-pura sedang melakukan survei atau eksperimen sains untuk proyek sekolah. Pelaku kemudian meminta data pribadi, foto, serta cerita pengalaman korban saat mengalami keracunan makanan atau diare untuk memuaskan kelainan seksual yang diidapnya.
Berdasarkan laporan Institute of Mental Health (IMH), Chew terdiagnosis mengidap gangguan fetiche atau fetishistic disorder. Fakta persidangan mengungkap cara pelaku mendapatkan kepuasan dari kondisi fisik para korbannya.
"Ia mendapat kepuasan seksual saat mendengar atau melihat remaja laki-laki mengalami kram perut dan diare," demikian terungkap di persidangan. Pihak jaksa penuntut umum menegaskan di pengadilan bahwa kelainan seksual tersebut tidak dapat meringankan hukuman karena Chew sepenuhnya sadar tindakannya melanggar hukum. Catatan kriminal menunjukkan Chew juga pernah dipenjara selama 3 tahun pada tahun 2015 atas kasus serupa.
Aksi pelaku sempat berlanjut pada tahun 2023 setelah ia dibebaskan dengan jaminan dari penangkapan pertamanya pada April 2020. Kasus ini akhirnya terbongkar sepenuhnya dan Chew kembali diringkus polisi pada September 2023 setelah salah satu korban mengalami muntah-muntah hebat akibat dipaksa meminum pil pencahar lalu mengadukan kejadian itu kepada keluarganya.