Pria di Banyumas Bunuh Nenek dan Kekasih Gelap Gunakan Palu
Seorang pria berinisial A alias D (24) nekat membunuh nenek kandungnya, K (81), dan kekasih gelapnya, AA (18), menggunakan palu di Desa Patikraja, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, setelah aksi pertama tepergok oleh korban kedua.
Seperti dilansir dari Detikcom pada Senin (15/6/2026), peristiwa tragis ini bermula dari pembunuhan sang nenek yang terjadi pada Kamis (11/6) sekitar pukul 19.30 WIB, di mana pelaku memukul korban dengan palu lalu mencekiknya menggunakan tali rafia.
Setelah memastikan sang nenek meninggal dunia, pelaku langsung membersihkan bercak darah di tempat kejadian perkara, serta menggasak uang tunai dan telepon genggam milik korban.
Tersangka kemudian menghubungi selingkuhannya, AA, untuk bertemu di wilayah Baturraden sebelum akhirnya diajak menginap di rumah korban K di Patikraja dengan alasan rumah tersebut adalah milik orang tua pelaku.
Pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, tersangka dan AA melakukan hubungan badan di dalam kamar sang nenek, lalu berpindah duduk di ruang keluarga setelah selesai.
Aksi pembunuhan kedua terjadi secara spontan karena AA melihat kaki korban K yang terbaring di ruang salat dan terus mencecar tersangka dengan pertanyaan mengenai identitas orang tersebut.
Dalam konferensi pers yang digelar di Polresta Banyumas hari ini, Kapolresta Banyumas Kombes Petrus Silalahi menerangkan bahwa tersangka sebenarnya sudah berstatus memiliki istri dan dua orang anak.
"Jadi korban pertama yang dieksekusi adalah K pada Kamis (11/6) sekitar pukul 19.00 WIB menggunakan palu. Korban pertama dieksekusi menggunakan palu, setelah melaksanakan salat Isya," kata Petrus.
Tersangka sempat menutupi wajah neneknya dengan sajadah sebelum pergi menemui AA di Kelurahan Pabuwaran, Kecamatan Purwokerto Utara, dan menyusun rencana untuk menguasai harta benda milik kekasih gelapnya tersebut.
"Pada saat itulah, korban AA bertanya, ini rumah siapa? Dan tersangka menjawab, ini rumah milik orang tua tersangka. Tidak lama kemudian, AA melihat kaki korban satu yang terbaring di ruang salat dan bersikeras bertanya, siapa orang yang terbaring di sana?," ucap Petrus.
Akibat panik karena perbuatan pertamanya terancam terbongkar, tersangka langsung mengambil palu untuk menghabisi nyawa AA secara keji dan sempat mendokumentasikan aksi tersebut menggunakan ponsel miliknya.