Presiden Prabowo Dukung Restorasi Ekosistem dan Penambahan Polisi Hutan
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan penuh dalam upaya restorasi ekosistem di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan pada peringatan Hari Konservasi Alam Nasional 2026 di Taman Wisata Alam Angke, Jakarta.
Raja Juli menyebut restorasi ekosistem menjadi modal penting pemerintah untuk mempercepat pemulihan kawasan hutan yang terdegradasi. Komitmen Presiden Prabowo juga ditegaskan secara internasional saat berpidato di Sidang Majelis Umum PBB tahun lalu.
Presiden menyatakan Indonesia berkomitmen memulihkan lahan kritis seluas 12 juta hektare, dengan 6,7 juta hektare berada di kawasan hutan dan 1,27 juta hektare di antaranya merupakan area konservasi, dilansir dari Detikcom.
Selain restorasi lahan, dukungan Presiden juga diwujudkan dengan penambahan personel Polisi Hutan (Polhut) yang ditargetkan mencapai 21 ribu personel, termasuk penambahan 3.000 personel baru dalam waktu dekat.
Raja Juli mengakui tantangan restorasi ekosistem karena keterbatasan anggaran negara. Namun, ia menegaskan keterbatasan tersebut tidak menjadi alasan untuk berhenti dan mendorong kerja sama dengan berbagai pihak yang berniat baik.
"Saya berterus terang, saya pribadi merasa mendapat dukungan yang luar biasa dari Pak Presiden untuk ruang melakukan restorasi ekosistem ini," ujar Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan.
Dia menjelaskan, "Komitmen Presiden Prabowo dalam pemulihan lingkungan telah ditegaskan secara terbuka di tingkat internasional saat berpidato dalam Sidang Majelis Umum PBB tahun lalu."
Raja Juli juga menyatakan, "Sebagai policymaker dan regulator, negara memiliki keterbatasan. Banyak ruang lain yang masih bisa kita exercise, salah satunya membuka diri untuk bekerja sama dengan pihak mana pun yang berniat baik."