Presenter Li Jing Masuk Rumah Sakit Usai Santap Hotpot Daging Yak di China

Share

Seorang presenter asal Taiwan bernama Li Jing dilaporkan harus dilarikan ke rumah sakit saat tengah menikmati masa liburannya di Xinjiang, China. Pemandu acara berusia 62 tahun tersebut mengalami gejala keracunan makanan setelah mengonsumsi hidangan kuliner lokal setempat.

Seperti dikutip dari Detik Food, kabar kurang menyenangkan ini dibagikan langsung oleh Li Jing melalui akun media sosial pribadinya. Sebelum jatuh sakit, ia sempat menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan serta mengabadikan momen bersama seekor yak putih yang populer di wilayah tersebut.

Malapetaka muncul pada malam hari setelah rombongan wisatanya menyantap sajian hotpot daging yak khas Xinjiang. Hidangan dari Dataran Tinggi Pamir ini memang menjadi salah satu menu kuliner tradisional yang paling banyak diburu oleh para wisatawan.

Li Jing awalnya sempat merasa ragu untuk memakan hidangan tersebut karena baru saja berinteraksi dengan hewan yak. Namun, ia akhirnya tetap memutuskan untuk mencicipi daging yak demi merasakan pengalaman kuliner khas daerah setempat.

Kondisi fisik sang presenter langsung merosot tajam tidak lama setelah menyelesaikan makan malamnya. Ia menderita demam tinggi yang mencapai suhu 39 derajat Celsius hingga membutuhkan penanganan medis darurat secara cepat.

"Saya percaya pada karma, hanya saja tidak menyangka datang secepat ini." ujarnya.

Li Jing menduga kuat bahwa penyebab utama dirinya jatuh sakit adalah karena kondisi daging yak yang dikonsumsinya belum matang sepenuhnya. Proses memasak di kawasan dataran tinggi dinilai memiliki kendala tersendiri karena suhu dingin membuat air menjadi lebih sulit untuk mendidih dengan sempurna.

Berdasarkan pengakuannya, salah satu pramusaji di tempat makan tersebut memberikan saran agar irisan daging yak hanya dicelupkan selama 10 detik. Li Jing memperkirakan durasi memasak yang sangat singkat itu membuat bakteri di dalam daging belum mati, sehingga memicu terjadinya gastroenteritis akut.

Dugaan masalah kesehatan pada saluran pencernaan ini semakin diperkuat dengan situasi di dalam unit gawat darurat rumah sakit. Li Jing mendapati ada banyak pasien lain yang sedang mengantre dan mendapatkan perawatan medis dengan keluhan gejala yang serupa dengan dirinya.

Pengalaman medis di luar negeri ini juga meninggalkan kesan tersendiri bagi sang presenter terhadap dedikasi para tenaga kesehatan. Rumah sakit tempatnya dirawat sedang kekurangan jumlah personel medis karena momen tersebut bertepatan dengan masa perayaan festival budaya masyarakat Uyghur.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author