Superkomputer Jagokan Spanyol Menang Atas Argentina di Final Piala Dunia
Superkomputer milik Opta mengunggulkan Tim nasional Spanyol untuk memenangkan laga final Piala Dunia 2026 melawan Argentina di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, pada Senin, 20 Juli 2026 pukul 02.00 WIB.
Persentase kemenangan skuad Matador mencapai 45 persen, sementara Tim Tango hanya mengantongi 26 persen peluang unggul berdasarkan data komputasi tersebut. Dilansir dari sport.detik.com, media luar negeri seperti Sports Mole memprediksi keunggulan Spanyol 2-1, sedangkan Sportskeeda memperkirakan skor 2-1 untuk kemenangan Argentina.
Pertandingan puncak ini diproyeksikan menyerupai duel Liga Spanyol karena melibatkan total 25 pemain dari kompetisi tersebut, dengan sumbangan terbanyak berasal dari Barcelona sebanyak delapan pemain. Secara historis, rekor pertemuan kedua tim di kompetisi resmi FIFA masih berimbang dengan masing-masing mengemas enam kemenangan dari 14 laga, meski satu-satunya duel mereka di Piala Dunia pada edisi 1966 dimenangkan Argentina dengan skor 2-1.
Menjelang laga krusial tersebut, tensi di luar lapangan mulai memanas setelah bek Spanyol, Aymeric Laporte, menyoroti gaya permainan agresif tim lawan yang dianggap sering lolos dari sanksi pengadil lapangan. Laporte secara terbuka meminta wasit bertindak tegas demi menjaga sportivitas pertandingan final.
"Saya sama sekali tak khawatir dengan agresi dalam sepak bola. Jika ditoleransi dan wasit melakukan tugasnya dengan baik, saya tidak ada masalah dengan hal tersebut," kata Laporte seperti dikutip dari cnnindonesia.com via Marca.
Pemain lini belakang itu kemudian mencontohkan beberapa insiden pelanggaran keras Argentina yang dinilai luput dari hukuman kartu saat mereka menyingkirkan Inggris di babak semifinal.
"Memang benar dalam pertandingan baru-baru ini kita telah melihat hal-hal yang mengejutkan, pelanggaran yang tidak mendapat hukuman," tutur Laporte.
Kritik dari berbagai kalangan mengalir kepada skuad asuhan Lionel Scaloni karena dinilai diuntungkan oleh keputusan pengadil lapangan, sehingga Laporte berharap ada kendali penuh dari wasit di partai puncak.
"Terutama kepada Argentina, yang merupakan tim sering dibiarkan lolos dari hukuman. Itu seharusnya tidak diperbolehkan dalam sepak bola, terutama dalam turnamen besar seperti ini karena dapat mengacaukan pertandingan dan membuat Anda marah," ujar Laporte.
Mantan bek Manchester City tersebut menambahkan bahwa internal timnya selalu mengedepankan taktik yang bersih tanpa perlu mencederai lawan selama turnamen berlangsung.
"Sudah menjadi tugas wasit untuk mengendalikan hal-hal ini agar tidak dimanfaatkan. Jika satu atau dua pemain dapat melakukan hal itu, maka pertandingan akan jadi tidak terkendali," ucap Laporte.
Kedua tim dipastikan akan menurunkan kekuatan terbaik mereka, di mana Spanyol mengandalkan kolektivitas lini tengah bersama Rodri dan Dani Olmo, sementara Argentina bertumpu pada ketajaman duet Lionel Messi dan Julian Alvarez.
"Kami tidak sembarang memukul lawan atau melakukan pelanggaran gila-gilaan. Dan, saya percaya prinsip itulah yang harus kami lakukan dalam pertandingan ini. Tapi, ya memang benar itu akan sangat bergantung kepada keputusan wasit," kata Laporte menutup pernyataannya.