Kecerdasan Buatan Jagokan Prancis dan Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026

Share

Sebanyak sembilan model kecerdasan buatan (AI) terkemuka memprediksi Prancis dan Argentina sebagai kandidat terkuat yang akan menembus babak final Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Serikat. Dilansir dari laporan AJLabs pada Selasa (14/7/2026), prediksi tersebut disusun berdasarkan kekuatan tim, kualitas skuad, kepelatihan, performa sejarah, hingga performa masing-masing tim selama turnamen berlangsung. Prancis menjadi tim yang paling difavoritkan setelah memperoleh lima suara dari Gemini, Grock, DeepSeek, Le Chat, dan Qwen untuk mengangkat trofi juara.

Sementara itu, juara bertahan Argentina mengantongi empat suara tersisa yang berasal dari ChatGPT, Claude, Copilot, dan Meta AI.

Untuk posisi runner-up, pilihan AI terbagi rata antara Prancis dan Argentina yang masing-masing memperoleh tiga suara, disusul Inggris dengan dua suara dan Spanyol dengan satu suara. Di sisi lain, Spanyol menjadi favorit kuat untuk menempati peringkat ketiga setelah mendapatkan enam dari sembilan prediksi model kecerdasan buatan tersebut.

Pertemuan babak semifinal sendiri mempertemukan Prancis melawan Spanyol pada 14 Juli di Stadion AT&T, Arlington, sedangkan Argentina berhadapan dengan Inggris pada 15 Juli di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta. Pelatih tim nasional Spanyol, Luis de la Fuente, menilai kekuatan tim-tim yang berhasil lolos ke babak empat besar ini sangat seimbang dan kompetitif.

"Everyone is a heavyweight," kata Luis de la Fuente, pelatih Spanyol. De la Fuente juga menambahkan bahwa persaingan di antara tim semifinalis kali ini akan berlangsung sangat sengit tanpa adanya tim yang dianggap lemah. "If we are talking about the gap between teams, we are evenly matched. It's all very tight." kata Luis de la Fuente, pelatih Spanyol.

De la Fuente juga menaruh harapan besar pada salah satu bintang mudanya, Lamine Yamal, untuk menunjukkan penampilan terbaiknya di laga krusial.

"The big day from Lamine is still to come," kata Luis de la Fuente, pelatih Spanyol. Ia berharap momen tersebut dapat terwujud dalam pertandingan penentu langkah mereka menuju babak final. "Hopefully tomorrow is the day." kata Luis de la Fuente, pelatih Spanyol.

Pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps, memberikan tanggapan mengenai potensi jalannya laga sengit melawan Spanyol.

"We know this might be a spectacular game," kata Didier Deschamps, pelatih Prancis. Deschamps juga tidak ragu menunjuk Spanyol sebagai tim favorit berdasarkan performa meyakinkan yang mereka tunjukkan sepanjang turnamen.

"Yes. If you've seen what they've done, they've confirmed they're the favorite." kata Didier Deschamps, pelatih Prancis. Meski memuji kekuatan lawan, pelatih yang sudah menangani Les Bleus selama 14 tahun ini menegaskan enggan memberikan tekanan psikologis tambahan.

"I don't want to add extra pressure" kata Didier Deschamps, pelatih Prancis. Pemain muda Spanyol, Lamine Yamal, turut memberikan pandangannya mengenai laga besar yang mempertemukan dua kekuatan utama sepak bola Eropa tersebut. "It will be a great game for the people in Spain and France," kata Lamine Yamal, pemain Spanyol.

Yamal juga sempat memberikan klarifikasi terkait komentarnya setelah laga perempat final melawan Belgia yang dinilai banyak pihak terlalu meremehkan Prancis.

"misinterpreted." kata Lamine Yamal, pemain Spanyol. Menjelang pertandingan semifinal tersebut, Yamal mengaku tetap menjaga ketenangannya dan menikmati waktu senggang bersama keluarga. "I'm relaxed for the game," kata Lamine Yamal, pemain Spanyol.

Pemain berusia 19 tahun ini mengungkapkan aktivitasnya sebelum laga dengan menghabiskan waktu bersama sang adik.

"Today I was with my brother getting a haircut." kata Lamine Yamal, pemain Spanyol. Ia pun berharap bisa merayakan hari ulang tahunnya dengan membawa Spanyol melangkah ke partai puncak di New York.

"My gift would be a victory tomorrow and a chance to go to New York" kata Lamine Yamal, pemain Spanyol. Gelandang Prancis, Warren Zaire-Emery, menegaskan kesiapan mental rekan-rekannya menjelang laga krusial menghadapi Spanyol.

"We are the French national team," kata Warren Zaire-Emery, gelandang Prancis. Zaire-Emery menambahkan bahwa Les Bleus memiliki rasa percaya diri yang tinggi untuk menghadapi tim mana pun. "We are not afraid of anybody." kata Warren Zaire-Emery, gelandang Prancis.

Terkait ancaman dari Lamine Yamal di atas lapangan, gelandang muda ini menekankan pentingnya kerja sama tim dibanding hanya fokus pada individu lawan.

"Lamine has extraordinary qualities — he can do anything — but it's a collective sport." kata Warren Zaire-Emery, gelandang Prancis. Kapten Argentina, Lionel Messi, merefleksikan pencapaian timnya yang kembali berhasil melaju ke babak empat besar Piala Dunia secara beruntun. "This group has gotten people used to doing things that aren't normal," kata Lionel Messi, kapten Argentina.

Messi menyadari bahwa mempertahankan performa di tingkat tertinggi setelah meraih gelar juara dunia bukanlah perkara yang mudah bagi timnya.

"It's not easy coming from being world champions, winning everything we have and continuing to compete, staying at the top level, being among the four best, playing in another semifinal. It isn't normal." kata Lionel Messi, kapten Argentina. Penyerang andalan Inggris, Harry Kane, menyatakan tekad kuat skuad The Three Lions untuk mengakhiri dahaga gelar juara yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

"We want to get over the line," kata Harry Kane, penyerang Inggris. Kane menegaskan bahwa memenangkan trofi Piala Dunia adalah tujuan akhir yang ingin diraih oleh generasi tim nasional Inggris saat ini.

"That is the missing piece now." kata Harry Kane, penyerang Inggris. Pertandingan perebutan tempat ketiga dijadwalkan berlangsung pada 18 Juli, sebelum laga final diselenggarakan di Stadion MetLife, East Rutherford, pada 19 Juli 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author